Panitia Atletik Porprov Sultra XIV Mengeluhkan Perlengkapan yang Minim
Bagikan

BAUBAU - Panitia pertandingan atletik mencibir akomodasi atau perlengkapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XIV. Mereka merasa event kali ini yang terburuk sepanjang sejarah penyelenggaraan Porprov di Sulawesi Tenggara (Sultra).
"Ini terjelek dari semua (Porprov) yang pernah saya ikuti. Terjelek karena kita punya perlengkapan sepatu dan lain-lain tidak ada, hanya baju saja dikasih," kata seorang panitia lomba atletik Porprov Sultra XIV, Lasarus Kilikily di stadion Betoambari Kota Baubau, Kamis (1/12).
Bukan hanya itu, ujar dia, pihaknya juga tidak disiapkan fasilitas kendaraan untuk keperluan mobilisasi personel dan perlengkapan dari penginapan ke lokasi pertandingan. "Jadi kita usaha sendiri, bayar sendiri ojek," ungkapnya.
Tidak sampai di situ, beber dia, pihaknya juga harus merogoh kocek pribadi membeli Alat Tulis Kantor (ATK) untuk mencatat hasil pertandingan. Fatalnya lagi, panitia tidak diberikan kelengkapan remeh temeh seperti ID card atau tanda pengenal.
"Kemarin ada kejadian, saya tegur orang jangan masuk dalam lintasan perlombaan (lari) di sini. Dia bilang bapak sebagai apa? saya jawab sebagai panitia. Dia bilang bana buktinya? Saya mau bikin apa, tidak ada ID card , saya terpukul," imbuhnya.
Ia menuturkan, panitia lomba cabang atletik Porprov tahun 2022 ini berjumlah 24 orang. Panitia sangat merasakan penderitaan selama mengatur lomba di lokasi pertandingan di Kabupaten Buton dan Kota Baubau sejak 24 November.
"Kita punya uang saku sampai hari ini juga tidak ada. Kita mau belanja terpaksa pakai uang sendiri, untung kita punya uang sendiri. Apalagi soal makanan, saya geleng kepala. Kita hanya makan nasi, daun kelor, ikan satu potong, dan tiada hari tanpa telor. Jadi, paling sengsara kita punya keadaan," tandasnya.