Baubau

Pol PP Endus Potensi Perebutan Lahan di Bypass Waruruma-Lakologou

Oleh Irwansyah Amunu · Selasa, 17 Januari 2023 06:17 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Pol PP Endus Potensi Perebutan Lahan di Bypass Waruruma-Lakologou

BAUBAU.PUBLIKSATU - Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Baubau mengungkap jumlah Pedang Kaki Lima (PKL) di Jalan Bypass Waruruma-Lakologou terus bertambah. Bahkan, fenomena itu mengarah pada konflik perebutan lahan bisnis.

"Menurut anggota kami yang ke lapangan (Bypass Waruruma-Lakologou), minggu lalu baru 75 PKL. Kemudian, tadi (Senin) siang sudah mencapai 100 lebih," kata Kasat Pol PP Kota Baubau, La Ode Muhammad Takdir dikonfirmasi di kantornya, Senin (16/1).

Bypass Waruruma-Lakologou, menurut dia, saat ini memang menjadi spot wisata baru di Baubau yang tengah viral dan digandrungi banyak orang. Sehingga tidak heran kegiatan ekonomi tumbuh begitu pesat di jalan hasil penimbunan laut tersebut.

"Cuma kita temukan di situ ada potensi konflik perebutan lahan seperti Pantai Kamali dan Kotamara yang notabene lahan-lahan ekonomis untuk PKL. Gejala itu sudah ada. Makanya kita selalu turun ke lapangan untuk minimalisasi itu," ujarnya.

Bukan hanya itu, beber dia, pihaknya juga mendapati ada warga yang nekat memprakarsai penimbunan air untuk dijadikan tempat menjual. Pihaknya khawatir lokasi penimbunan tersebut akan diklaim sebagai lahan warga bersangkutan.

"Kami Sat Pol PP sudah melarang kegiatan (penimbunan) tersebut. Kemudian, kami juga sudah menggeser penjual yang sudah mengarah ke bahu jalan karena itu melanggar aturan dan membahayakan pengunjung di situ," terangnya.

Pun, ia mengakui, sebagian PKL tidak serta merta meninggalkan tempat berjualan ketika dilarang di area melanggar aturan jalan Bypass tersebut. "Bukan berarti kami ada pembiaran, tapi lebih kepada membijaksanai masyarakat mencari rezeki," imbuhnya.

Bagikan