KKI Periksa Kesiapan RSUD Baubau Calon Tempat Studi Mahasiswa Kedokteran Unidayan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Tim Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) menyambangi RSUD Kota Baubau, Jumat (19/5). Rumah Sakit di Palagimata itu akan dijadikan sebagai rumah sakit pendidikan bagi mahasiswa Prodi Kedokteran Unidayan Baubau.
Ketua Divisi Pendidikan KKI, dr Mariatul Fadilah mengungkapkan, khusus di Rumah Sakit, para dokter tentunya sudah tahu KKI tidak hanya STR (Surat Tanda Register) melainkan ada tiga definisi yakni pendidikan, registrasi dan pembinaan.
Kata dia, para dokter saat pertama masih menempuh pendidikan kedokteran baik di Unhas, UI, Unpad, dan UGM semua sama. Pendidikan tidak cukup hanya dilakukan di institusi. Begitu beralih ke profesi dokter, maka tempatnya bukan lagi di kelas melainkan di Rumah Sakit.
"Sementara kita tahu persis untuk menjadikan Rumah Sakit tempat kita sekolah, tempat kita mencari kompetensi. Jadi, banyak syaratnya nggak semua rumah sakit bisa," ucap Mariatul.
KKI, menurut dia, merupakan pelaksana UU praktek kedokteran. Maka dari itu, calon Program Studi Kedokteran Unidayan mesti melahirkan dokter-dokter yang wajar untuk diberikan STR. Olehnya, pendidikan tidak mungkin standar kalau tidak dilengkapi dengan sarana dan prasarana.
"Terutama kalau kita sudah menguasai, paling tidak itu yang kita ambil itu standarnya. Lebih boleh, kurang nggak boleh. Makanya kita hadir di sini visitasi sebetulnya salah satu yang akan dicontek nanti, ini udah standar belum," pungkasnya.
Direktur RSUD Baubau, dr Sadly Salman mengatakan, data tahun 2022, RSUD Baubau memiliki dokter spesialis 20 ASN dan satu non-ASN, dokter gigi spesialis empat ASN, dokter umum 11 ASN, dokter gigi empat ASN, perawat 134 ASN dan 94 non-ASN, bidan 28 ASN dan 41 non-ASN, tenaga kesehatan lainnya 90 ASN dan 74 non-ASN, Non nakes 16 ASN dan 100 non-ASN.