Foto Pertemuan Ketua KPK dan SYL Beredar, MAKI: Ini Sudah Bukan Kode Etik, tapi Pidana

PUBLIKSATU, JAKARTA – Pernyataan tegas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri tidak pernah bertemu Syahrul Yasin Limpo (SYL) kontras dengan beredarnya sebuah foto di berbagai platform sepanjang hari kemarin. Foto tersebut scara gamblang dan terbukan memperlihatkan pertemuan antara Firli dan SYL. Desakan agar mantan Kapolda Sumatera Selatan itu mundur dari jabatannya pun menguat.
Baca Juga: Jusuf Kalla Menilai Bacapres Anis Baswedan Memiliki Kecerdasan Memimpin Indonesia
Foto keduanya beredar sejak Jumat (6/10) pagi. Tamppak dalam foto itu Firli terlihat duduk menyandar ke tembok di sebuah tempat yang mirip lapangan badminton. Firli memakai baju olahraga berwarna biru putih dan celana pendek bergaris tiga, pakaian olahraga.
Firli memakai baju dan celana khas untuk olahraga. Bukan hanya itu dia juga mengenakan sepatu hitam putih dengan posisi kaki kiri dinaikkan ke dengkul, suasana yeng begitu santau. Sumber Jawa Pos menyebut tempat pertemuan di sebuah lapangan badminton di kawasan Mangga Besar, Jakarta. Pertemuan tersebut diperkirakan berlangsung pada Desember 2022. Dia tampak berbincang dengan SYL yang duduk di sampingnya. SYL duduk serong menghadap ke Firli. SYL memakai kemeja hitam putih dan celana jeans biru.
Baca Juga: Tiga Unit Mobil Mewah Milik Eks Pejabat Bea Cukai Andhi Pramono Disita KPK
Ketika dikonfirmasi terkait foto itu kemarin, Firli tidak merespons. Pesan singkat tidak dibalas dan telepon tidak diangkat. Begitu juga dengan Jubir KPK Ali Fikri. Sementara itu, anggota Dewan Pengawas KPK Albertina Ho menjawab singkat. ’’Belum ada komentar,’’ ujarnya kepada Jawa Pos.
Sehari sebelumnya, SYL mengaku mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberi keterangan terkait dugaan pemerasan salah seorang pimpinan KPK. ’’Apa yang dibutuhkan saya sampaikan ke penyidik,’’ ucapnya.
Polda Metro Jaya membenarkan kedatangan SYL untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK. Kronologinya, kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak, pihaknya menerima laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan oleh pimpinan KPK pada 12 Agustus lalu.
’’Tanggal 21 Agustus 2023 diterbitkan surat perintah penyelidikan sehingga kemudian tim penyelidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan serangkaian penyelidikan,’’ kata Ade Safri kemarin (6/10).
Pada 24 Agustus, 3 Oktober, dan 5 Oktober, penyidik melakukan serangkaian kegiatan klarifikasi atau permintaan keterangan dari beberapa pihak. ’’Salah satunya bapak Mentan yang tiba di ruang periksa Subdit Tipikor Ditreskrimsus PMJ untuk memberi keterangan atau klarifikasi,’’ ungkapnya.
Baca Juga: Muzani Meminta Pengurus Gerindra Niat Untuk mengabdi Kepada Rakyat dan Negara
Ade Safri menyebutkan, selain Mentan, ada lima orang lain yang dimintai keterangan oleh penyidik. Kelimanya merupakan driver dan ajudan Mentan. ’’Saat ini penyelidikan sedang berlangsung, berproses,’’ katanya.
Menurut mantan penyidik KPK Novel Baswedan, pertemuan Firli-SYL merupakan skandal korupsi terbesar sepanjang berdirinya KPK. Selama ini, perkara-perkara Firli tak pernah dilaporkan atau malah tidak pernah diperiksa dengan jujur. Kali ini, dengan foto pertemuan itu, Firli tak bisa mengelak. ’’Bukti-bukti sudah terang dan jelas,’’ urainya dalam keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos.
Dia menjelaskan, pihaknya berkali-kali menyebut bahwa Firli sering berbohong. Semua itu terjawab dengan foto pertemuan tersebut. ’’Padahal, sebelumnya FB ini membantah, tidak pernah bertemu SYL. Kecuali dalam acara resmi karena pekerjaan dan jabatan,’’ jelasnya.
Firli memiliki catatan panjang soal dugaan pelanggaran etik. Di antaranya, laporan dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) tentang ketidakpatuhan Firli terhadap protokol kesehatan saat ziarah. Juga, penggunaan helikopter swasta dari Baturaja menuju Palembang. Atas dua pelanggaran itu, Dewas KPK memberi sanksi ringan berupa teguran tertulis II.