Berita Terkini
Hukum

Ada Fakta Baru pada Kasus Perselingkuhan Karina Dinda Lestari dengan Andy Wahab, Ini Fakta Barunya

Oleh Ramli Akhmad · Sabtu, 21 Oktober 2023 21:40 WIB · 2 menit baca
Ada Fakta Baru pada Kasus Perselingkuhan Karina Dinda Lestari dengan Andy Wahab, Ini Fakta Barunya
Karina Dinda Lestari. ( TIkTok)

PUBLIKSATU, MAKASSAR - Heboh kasus perselingkuhan mahasiswa kedokteran Karina Dinda Lestari dengan Andy Wahab memasuki babak baru. Suami Karina Dinda Lestari, Ipda Alvian Hidayat menemukan sejumlah temuan baru terkait perselingkuhan istrinya dengan dokter spesialis bedah yang juga mahasiswa kedokteran Universitas Hasanuddin itu.

Dia mengungkapkan bahwa Karina Dinda Lestari mengaku mendapat intimidasi dari Andy Wahab. Menurutnya, sang istri dipaksa dan diiming-imingi nilai bagus agar bersedia melakukan hubungan badan.

Baca Juga: Manfaat Rutin Mengonsumsi Anggur Bagi Kesehatan Tubuh

Menurut Alvian, istrinya akan segera melaporkan perbuatan Andy Wahab ke pihak kepolisian. "AW lagi kita buru, diperkosa ada unsur ancaman, penekanan dan iming-iming, kalau iming-iming memang betul dari keterangan istri saya diiming-imingi nilai yang bagus," ujar Alvian.

"Ini saya dapatkan dari keterangan istri saya ada arahnya kesitu, kemungkinan istri saya akan membuat laporan," sambung Alvian yang akan tangani langsung kasus perselingkuhaan istrinya.

Fakta lain dari kasus tersebut. Ia kemudian mengaku mendapatkan informasi dari Polda Sulsel terkait kasus istrinya dengan Andy Wahab itu. Menurutnya, keterangan Polda Sulsel juga mengungkap adanya unsur pemaksaan dari Andy Wahab terhadap Karina Dinda Lestari.

Baca Juga: Terinspirasi Dari Sutan Sjahrir, Golkar Usung Gibran jadi Cawapres Prabowo

"Padahal ini, fakta-faktanya lagi kita gali oleh Polda Sulsel, ternyata ada unsur-unsur pemaksaan atau penekanan dari residennya," paparnya.

Lebih jauh, Alvian menemukan fakta baru di mana kasus serupa pernah terjadi beberapa bulan ke belakang. Saat itu menurutnya ada sebuah kasus serupa yang melibatkan dokter residen terhadap dokter koas.

Hal itu pun membuatnya menduga bahwa kasus tersebut merupakan tradisi di kalangan dokter yang tengah menempuh pendidikan lanjutan di Universitas Hasanuddin.

Baca Juga: Gibran Temui Ketum PAN, Zulkifli Hasan

"Karena 8 bulan lalu ada juga (kasus yang sama) dengan anak anak koas. Residen ini seniornya, sedangkan koas ini juniornya, dalam satu waktu anak-anak koas ini butuh bimbingan dari residen. Nah, hal-hal seperti itu mereka dimanfaatkan, misalnya mereka mau bertanya sesuatu ke residen tapi ada syaratnya diberikan, seperti diajak jalan," jelasnya.