Prof Eddy Hiariej Beri Respons Menohok Kasus Jessica Wongso, Netizen Terpengaruh dengan Film Netflix 1,5 Jam

PUBLIKSATU, JAKARTA - Wakil Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Wamenkumham) Prof Eddy Hiariej akhir-akhir ini mendapat sorotan dari netizen yang mendukung Jessica Wongso. Dalam satu kesempatan di suatu podcast, Prof Eddy Hiariej menyayangkan sikap netizen yang berbeda 180 derajat dibandingkan saat kasus ini mencuat pada 2016 silam.
Baca Juga: Ada Fakta Baru pada Kasus Perselingkuhan Karina Dinda Lestari dengan Andy Wahab, Ini Fakta Barunya
Wamenkumham Prof Eddy Hiariej menilai para pendukung Jessica Wongs yang o terpengaruh dengan film Netflix yang hanya berdurasi satu setengah jam, tanpa menyaksikan sidangnya secara keseluruhan.
"Pada saat saya jadi saksi di sidang tahun 2016, itu kan banyak mendapat pujian dari netizen,” ujar Prof Eddy Hiariej, yang dikutip dari akun TikTok @curhat_sharing_bareng Rabu (18/10).
Baca Juga: Manfaat Rutin Mengonsumsi Anggur Bagi Kesehatan Tubuh
“Padahal itu kan sidang hampir 40 kali sidang kalau saya ga salah. Mereka melihat satu setengah jam, tiba-tiba berubah arah. Tapi begitulah netizen kita," lanjutnya.
Ia mengkhawatirkan penggiringan opini oleh Netflix membuat netizen mendiskreditkan sistem peradilan pidana dalam negeri. "Satu hal yang saya khawatirkan. Jangan sampai penggiringan opini ini lalu kemudian mendiskreditkan sistem peradilan pidana kita," pungkasnya.
"Kasus Jessica ini kan sudah diperiksa oleh 15 hakim, 3 pada Pengadilan Negeri, 3 pada Pengadilan Tinggi, 3 pada Mahkamah Agung, dia 2 kali PK, dan no dissenting opinion dari 15 hakim," lanjutnya.
Baca Juga: Terinspirasi Dari Sutan Sjahrir, Golkar Usung Gibran jadi Cawapres Prabowo
Guru Besar Hukum Pidana UGM itu menyebut nama besar hakim Artidjo Alkostar. Hal itu lantaran Prof Eddy Hiariej merasa aneh dengan netizen yang memuji integritas Artidjo Alkostar, tapi secara bersamaan merendahkan sistem peradilan di Indonesia.
"Ada nama besar Artidjo Alkostar (dalam kasus Jessica). Artinya kalau orang tidak percaya dengan putusan pengadilan, ini kan berbanding terbalik dengan orang percaya integritas Artidjo Alkostar. Tapi begitulah kapasitas intelektual netizen kita," sindir Prof Eddy Hiariej.