Berita Terkini
Baubau

Aksi Konvergensi Stunting Baubau Sasar Kelompok Terkecil

Oleh Ramli Akhmad · Kamis, 2 November 2023 13:23 WIB · 2 menit baca
Aksi Konvergensi Stunting Baubau Sasar Kelompok Terkecil
Bintek Kader Pembangunan Manusia (KPM) tingkat Kota Baubau tahun 2023 Rabu (1/11/2023). (ist)

PUBLIKSATU, BAUBAU - Persoalan stunting tidak dapat kita abaikan karena stunting berdampak jangka panjang dan penanganannya tidak dapat diukur dalam jangka waktu yang seketika. Karenanya, penanganan stunting ini harus melihat banyak aspek, seperti aspek kesehatan, aspek keluarga, maupun aspek perilaku.

Baca Juga: Rasman Manafi: Sah Alhamdulillah NPHD Sudah Kita Tanda Tangani

Artinya, pengentasan stunting harus dilakukan secara terpadu serta butuh komitmen kuat dari semua stakeholder. Tidak hanya menjadi tugas dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana maupun dinas kesehatan, tapi butuh keterlibatan semua pihak. Karena aksi konvergensi stunting berawal dari komitmen bersama dan tanpa komitmen, kerja kerja yang di lakukan akan sia-sia.

Demikian Asisten III Setda Kota Baubau La Ode Darussalam, S.Sos, M.Si mewakili Pj Wali Kota Baubau saat membuka Bintek Kader Pembangunan Manusia (KPM) tingkat Kota Baubau tahun 2023 Rabu (1/11/2023).

Baca Juga: Carut Marut Lahan Kantor Bupati Bumi Praja Laworo

Menurut La Ode Darussalam, target nasional tahun 2024 adalah menurunkan prevalensi stunting sampai 14%. Berdasarkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting Kota Baubau pada angka 26% masih berada dibawah prevalensi stunting Provinsi Sultra yakni 27,7%. Dari angka tersebut, maka intervensi program dan kegiatan dalam upaya penurunan angka stunting harus tetap dijalankan secara berkelanjutan sampai ke kelompok terkecil di masyarakat yakni keluarga, mulai dari tingkat RT/RW, Kelurahan dan Kecamatan.

“Tentunya sinergi dan kolaborasi seluruh perangkat daerah juga memiliki peran yang sangat penting, karena penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Hal ini sejalan dengan tagline kita yakni “bekerja bersama,”.ujarnya.

Baca Juga: Fasilitator Sekolah Pengerak Provinsi Sultra Kunjungi SMPN 9 Baubau

Ditambahkan, Bintek yang diselenggarakan Bappeda Kota Baubau merupakan bagian dari 8 (aksi) pelaksanaan konvergensi percepatan penurunan stunting di daerah yaitu pada aksi 5 pembinaan pelaku utama percepatan penurunan stunting di kelurahan, yang salah satunya adalah kader pembangunan manusia.

Kegiatan bimbingan teknis ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas KPM yang ada di kelurahan agar memiliki pengetahuan, pemahaman, dan kepedulian terhadap masalah stunting khususnya fokus pada kelompok sasaran 7 1000 hari pertama kehidupan (hpk) yakni ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 0-59 bulan.