Dinamika Harga Pangan di Baubau Tahun 2023

BAUBAU -- Seperti banyak kota lain di Indonesia, Kota Baubau mengalami
kenaikan harga bahan pokok yang cukup melonjak tahun 2023.
Analisis ekonomi menekankan bahwa harga komoditas utama seperti beras, daging ayam, daging sapi, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabe rawit, minyak goreng dan gula pasir sangat berpengaruh pada saat bulan Ramadan atau menjelang Hari Raya Idul Fitri dan fenomena alam El Nino.
Menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategi Nasional (PIHPS), harga beras akan mengalami perubahan yang signifikan pada tahun 2023. Dalam teori ekonomi, konsep permintaan dan penawaran dapat menjelaskan kenaikan harga beras menjelang Hari Raya Idul Fitri. Permintaan yang meningkat, terutama menjelang Hari Raya, dapat melebihi kapasitas produksi yang tersedia, menyebabkan kenaikan harga.
Baca Juga: KPK Ungkap Konstruksi Kasus Dugaan Korupsi Dana PEN Muna Yang Menyeret Bupati Muna
Harga beras naik secara berturut-turut dari Januari hingga April dari Rp.11.500/kg menjadi Rp.13.000/kg. Harga daging ayam juga berubah setiap tahun, mencapai puncak tertingginya pada bulan Juni seharga Rp.36.050/kg.
Harga telur ayam, bawang merah, dan bawang putih juga naik selama dan pasca Hari Raya, menunjukkan kenaikan harga yang signifikan pada bulan Mei seharga Rp.30.950/kg dan Rp.43.750/kg, menurut teori permintaan bahwa peningkatan permintaan selama periode tertentu dapat menyebabkan kenaikan harga.
Baca Juga: Jangan Remehkan, Ini 7 Tanda Penyakit pada Ginjal
Selain Hari Raya, fenomena El Nino juga memengaruhi harga di Baubau. Menurut PIHPS, harga beras terus meningkat hingga November, mencapai Rp.14.050/kg. Sebagaimana dijelaskan dalam teori ekonomi tentang dampak cuaca ekstrim pada harga pangan, El Nino, bersama dengan perubahan suhu laut dan pola cuaca, dapat mempengaruhi produksi dan distribusi bahan pangan. Ini ditunjukkan oleh kenaikan harga daging ayam, cabai rawit, dan gula pasir pada bulan November.
Harga minyak goreng dan gula pasir agak stabil meskipun harga beberapa komoditas berubah. Hal ini disebabkan oleh penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh pemerintah, yang dapat membantu menjaga harga stabil pada tingkat konsumen.(cindy nuari)