Inflasi Desember di Baubau Mulai Stabil, Ini Lima Langkah Stagisnya Menekan Inflasi

PUBLIKSATU, BAUBAU - Upaya Pemerintah Kota Baubau untuk menekan kenaikan inflasi di Kota Baubau di bawah kepemimpinan Pj. Wali Kota Dr. Muh. Rasman Manafi, SP., M.Si memasuki Desember 2023 mulai menunjukkan hasil dengan penurunan inflasi bulan November bila dibandingkan dengan Oktober 2023.
Data BPS menjelaskan di bulan Desember untuk hitungan tahunan (YoY) menunjukkan penurunan dari angka 3,54% di bulan Oktober 2023 menjadi 2,98% di bulan November, demikian pula Indeks Harga Konsumen juga mengalami penurunan dari angka 116,71 menjadi 116,43 juga pada periode yang sama.
Baca Juga: Rasman Manafi: Pemerintah Daerah Harus Jamin Keberlangsungan Penerapan SPBE
Terkait perkembangan harga, dijelaskan Wali Kota Dr. Muh. Rasman dalam rilis Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau H. Andi Hamzah Machmud, S.Sos., M.Si. Senin hari ini (4/12) menyebutkan perkembangan harga beras medium, harga beras premium, minyak goreng, bawang merah, dan ikan kembung pada periode 3 bulan terakhir, relatif stabil.
“Alhamdulillah relatif stabil, sementara dalam persiapan Desember 2023 upaya menjaga pasokan komoditas beras terus dilakukan dengan kerja sama daerah lumbung beras nasional,” kata Rasman Manafi.
Kendati menunjukkan kestabilan, namun Pj. Wali Kota Baubau ini tetap mengungkap penyebab inflasi di bulan November 2023 diantaranya, cabai rawit sebesar 0,0057%, Ikan Layang sebesar 0,089%, Ikan Katamba 0,0057%, Tomat 0,0525% dan Terong 0,0193%.
Yang masih menjadi fokus perhatian dari Wali Kota adalah komoditas cabai di pasar Kota Baubau sejak minggu kedua Oktober 2023 masih mengalami kenaikan harga yang signifikan. Penyebabnya karena gagal panen produksi cabai lokal yang ikut memberikan sumbangsih kenaikan harga, serta sumber produksi cabai dari luar daerah seperti dari Kabupaten Muna Barat dan Provinsi Sulawesi Selatan jumlah produksi yang terbatas.
Baca Juga: Komposisi Menteri Pasangan Anies-Muhaimin Bukan Berdasarkan Parpol, tapi Kompetensi
Terdapat 5 (lima) langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Kota Baubau untuk menekan inflasi di daerah, yakni; pertama, penguatan peran TPID, Satgas Pangan dan Forkopimda dengan melakukan pengawasan HET beras serta diseminasi harga melalui penyebarluasan informasi media. Kedua, Stabilisasi harga melalui operasi pasar dan TTIC berupa penyaluran beras SPHP sebanyak 51 ton, beras premium sebanyak 10 ton, minyak goreng Kita 600 liter/minggu, minyak goreng premium 300 liter perminggu, Gula Pasir Premium 500 Kg/minggu, telur Ayam Ras 480 rak/minggu, dan penyaluran beras pemerintah untuk 11.784 keluarga.
Ketiga, Penyediaan pasokan dan pengawasan distribusi bahan pokok berupa Gerakan Baubau Menanam Bersama 11 ribu pohon cabai untuk 43 kelurahan, panen Budidaya Udang Vaname dan identifikasi sumber bahan pasokan melalui KAD untuk komoditas beras, cabai, bawang merah dan ikan.
Baca Juga: Tanggapi Tuduhan Intervensi Kasus Korupsi E-KTP Setya Novanto, Jokowi: Untuk Apa Diramaikan, untuk Kepentingan Apa?
Keempat, kerjasama dengan Citilink untuk pengendalian harga tiket pesawat di Baubau dan Kelima, pemanfaatan colds torage PPI Wameo untuk memenuhi ketersediaan pasokan atas kebutuhan ikan 33 ton perhari.
Wali Kota Dr. Muh. Rasman mengapresiasi seluruh jajarannya terkait dengan kerja keras untuk mengendalikan inflasi daerah serta tetap berharap hal ini bisa berjalan sepenuhnya hingga kondisi perekonomian Kota Baubau selalu menunjukkan kestabilan dari waktu ke waktu. (Kominfo)