Pj Gubernur dan Kapolda Papua Jadi Korban Kerusuhan Pengantar Jenazah Lukas Enembe

PUBLIKSATU, JAKARTA - Kericuhan rombongan pengiring jenazah eks Gubernur Papua Lukas Enembe menjadikan Pj Gubernur Papua Ridwan Rumasukun dan Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menjadi sasaran massa.
"Iya, kebetulan posisinya beliaunya di dekat situ, gitu," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo ketika dihubungi, Kamis (28/12).
Namun demikiaan, Benny memastikan Kapolda dalam keadaan baik. Saat kericuhan terjadi, Kapolda langsung diamankan oleh para pengawal ke pos lalu lintas.
"Pak Kapolda baik-baik saja, diamankan oleh Walpri," kataas Benny.
Sebelumnya, Lukas Enembe dikabarkan meninggal dunia. Informasi duka cita ini dibenarkan oleh tim penasihat hukum Lukas, Petrus Bala Pattyona.
Baca Juga: Tawarkan Contract Farming ke Petani di Banyuwangi, Cak Imin: Sebelum Panen Sudah Tahu Akan Dibeli
"Betul, sekarang saya di kamar beliau meninggal ya," kata Petrus dikonfirmasi, Selasa (26/12).
Senada juga disampaikan pengacara Lukas Enembe lainnya, Antonius Eko Nugroho menyatakan bahwa Lukas meninggal dunia sekitar pukul 10.00 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan proyek di Papua itu meninggal, dalam perawatan di RSPAD.
"Menurut keterangan keluarga mendiang, yang setia mendampingi dan merawat beliau, Bapak Pianus Enembe, sebelum meninggal, Bapak Lukas minta berdiri, kemudian Bapak Pianus membantu Pak Lukas untuk berdiri, dengan memegang pinggang Bapak Lukas, tidak lama berdiri, Bapak Lukas menghembuskan nafas terakhirnya," ujar Antonius.