Berita Terkini
Busel

Sarfiani Hafid Kosentrasi di Sektor Pertanian, Perikanan dan Pendidikan

Oleh Djumaluddin · Senin, 5 Februari 2024 00:40 WIB · 2 menit baca
Sarfiani Hafid Kosentrasi di Sektor Pertanian, Perikanan dan Pendidikan
Sarfiani Hafid berjanji bakal mengabdikan dirinya untuk masyarakat Buton Selatan

BATAUGA-Jika terpilih nanti jadi Anggota Legislatif periode 2024-2029, Sarfiani Hafid berjanji bakal mengabdikan dirinya untuk masyarakat Buton Selatan. Terkhusus yang menjadi perhatian saat ini yang dilihat belum maksimal pelayanan ke masyarakat yakni sektor Pendidikan, Pertanian dan Perikanan.

Menurutnya ketiga sektor itu perlu ditingkatkan. Misalnya di Pendidikan harus ditingkatkan mutunya lagi. Agar SDM yang dihasilkan lebih berkualitas.

"Misalnya dengan mendidirikan Kampus Perguruan Tinggi. Sehingga tamatan SMA tidak perlu lagi harus keluar daerah, yang tentunya akan meminimalisir pengeluaran biaya jika keluar daerah," katanya pada publiksatu.co.

"Selain itu keberadaan kampus di Buton Selatan ikut membantu meningkatkan tensi perekonomian masyarakat. Karena dengan adanya kampus, perputaran ekonomi disekitarnya akan tumbuh. Disebabkan Mahasiswa butuh penginapan, makan, pakaian dan kebutuhan lainnya," tukas Sarfiani.

Soal Kampus, pihaknya sementara membangun Sekolah Tinggi Ilmu Migas Industri Pertambangan dan Manajemen Teknologi Buton (STIMIPIB) di Kadatua. Tidak menutup kemungkinan kedepannya akan dibangun juga di Batauga.

Di Sektor Pertanian Caleg Dapil Batauga - Kadatua ini harus ada terobosan, tidak hanya mengandalkan anggaran dari kabupaten buton selatan. Maka dari itu tugas kedepan jika terpilih dia harus mendengarkn aspirasi arus bawah. "Bukti keseriusan Kami, di sektor pertanian di beberapa tempat kami membantu dengan memberikan mesin parut ubi pada para petani," ungkap Caleg Nomor Satu partai Garuda ini.

"Sektor kelautan hampir sama dengan pertanian. Hanya saja kedepan Buton Selatan harus memiliki kemampuan berbasis teknologi untuk mengembangkan inovatif dan kreatifitas berbasis budaya dan kearifan lokal. Termasuk bagi Masyarakat tidak mampu harus memiliki kesejahteraan pendidikan yang bermutu ," tutup Sarfiani Hafid.(mal)