Berita Terkini
Baubau

Momen Pemilu, Lensis Ungkap Penyebab Kaum Milenial Golput

Oleh Murdin · Selasa, 13 Februari 2024 19:21 WIB · 2 menit baca
Momen Pemilu, Lensis Ungkap Penyebab Kaum Milenial Golput
Lensis Baubau gelar Demo Stalk di Young Coffee Baubau. (ist)

PUBLIKSATU, BAUBAU - Lingkar Studi Sipanjonga (Linsis) Kota Baubau gelar forum Demo'stalk dengan mengangkat tema "Zero Golput untuk Indonesia Maju" bertempat di Young-C Coffee Baubau, senin 12/2 malam.

Forum demo'stalk dihadiri dua pembicara pertama dari sikolog Dino Rizadman Rahia,. M.PSi dan pembicara kedua dari Direktur Sekolah Rakyat Butuni yakni Yadi Laode.

Yadi Lode mengatakan, kalau melihat potensi sekarang pemilih itu lebih banyak kalangan milenial gen Z kurang lebih 50 persen kalau digabung klasifikasi kaum pemuda.

Pertama, kalau belajar pengalaman tahun 20214, 2019 ini rata-rata anak mudah ini apatis terhadap politik mereka tidak mau memilih karena alasan-alasan tertentu.

Misalnya, karena mereka sudah tidak percaya dengan kondisi Pemilihan Umum (Pemilu) dibangun atas dasar Demokrasi diselenggarakan, sehingga di pemilu 2024 ini diharapkan semua itu terlibat dalam pesta demokrasi sekarang.

Nah syarat-syaratnya bagaimana? kata dia, mereka bisa hadir dalam Tempat Pemungutan Suara (TPS) memilih dan itu pilihannya sesuai dengan hati nurani mereka, sehingga perlu ditekankan pada kelompok anak mudah sekarang.

Lensis Baubau gelar Demo Stalk di Young Coffee Baubau. (ist)

"Kedua, kita ingin sesuatu yang baru dari banyaknya figur-figur sekarang itu memantik sebenarnya anak-anak mudah mau memilih apa yang ditawarkan oleh program-program mereka untuk di kontestan politik sekarang bagaimana bisa mengakomodir gagasan anak-anak mudah," harapnya.

Contohkan pengalaman pribadi, menurutnya sebetulnya anak-anak muda itu dulu ketika memilih karena ada sesuatu baru dari gagasan kandidat kontestasi tapi kalau tidak ada, maka itu akan dinilai sesuatu tidak penting untuk memilih.

"Makanya sekarang cara kita untuk memilih itu kita melihat gagasan, jadi saya pikir anak-anak mudah sudah melek semua bisa melihat fenomena politik sekarang tinggal memilih menentukan sikap dan arah politik kedepan," imbuhnya.

"Berkaca pemilu 2014, 2019 trend anak-anak mudah memilih itu kurang, jadi sekarang kita mau ingin 2024 ini didominasi oleh anak-anak muda apa lagi kita menghadapi bonus demografi sekarang ini. Nah maka itu penting bagi anak-anak muda mau terlibat dalam kontestasi politik, saya kira seperti itu," pesan Yadi bagi anak muda.

Sementara itu Dino Rizadman Rahia melihat dari sisi sikologis, anak mudah itu pertama sebenarnya mereka harus memilih karena ini adalah salah satu rasa bagaimana mereka itu memupuk tanggung jawab mereka, karena kenapa? Dengan memilih ini diharapkan mereka mampu untuk bisa mempertanggungjawabkan apa mereka pilih dan tidak untuk bersikap golput.