Dulu Sering Dibuli, Kini dengan Gagah Perkasa Meraih Medali Emas Pencak Silat

BAUBAU - Meraih medali emas merupakan hari bersejarah bagi Muhammad Ilham (13). Pelajar kelas VII SMPN 1 Baubau itu untuk pertama kalinya ikut bertanding di tingkat mana pun langsung dapat juara I alias medali emas pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kota Baubau untuk cabang olahraga Pencak Silat.
Ilham, biasa teman-temannya panggil, tidak pernah bermimpi untuk menjadi juara Popda, dia hanya berlatih untuk membela diri. Tapi bapak punya mimpi yang lain, Ilham tidak boleh dianggap remeh oleh teman-temannya, maka mendapat informasi Ilham dipukul dan dibuli teman-temannya dia marah, dia marah karena Ilham yang sudah mahir ilmu bela diri itu tidak melawan.
Ilham pernah belajar Taekwondo sekitar dua tahun lebih sejak kelas 1 SD, namun karena kesibukan pelatihnya yang kepala sekolah itu, akhirnya mereka pun bubar. Mau lanjut, kecuali pergi berlatih di markas Kodim, jauh sekitar 8 kilometer dari rumahnya. Boleh kalau sudah bisa bawa kendaraan sendiri. Karena itu, dia berhenti total latihan.
Dua pelatih pencak silat yang tinggal di Kompleks Perumnas Waruruma sering mengajaknya ikut latihan sama mereka tapi Ilham tidak berminat, namun pada suatu hari Ilham pulang dari masjid menangis, katanya, dibuli teman-temannya waktu main-main di halaman masjid, moment itu dimanfaat oleh bapaknya untuk memaksa Ilham untuk latihan pencak silat. "Apa kamu mau dibuli oleh teman-teman mu sampai tua karena bego," kata bapaknya yang membuat dia harus ikut berlatih, toh bapaknya juga tidak bisa membelanya.
Dalam perjalanan setelah ikut latihan dia pernah dipukul dalam kelas. Karena itu, kembali mendapat semprot dari bapaknya, kenapa tidak membalas. Alasannya, dia tidak boleh sembarang pukul orang, apalagi mereka yang tidak pernah berlatih bela diri, karena bisa fatal. Bapaknya kembali bertanya apa guna berlatih bela diri kalau tidak bisa digunakan untuk membela diri. Menurut Ilham, pelatih memberikan syarat harus sudah tiga kali dipukul baru boleh membalas. Karena itu, dia harus mampu mengendalikan emosinya.
Puncak dari bulian yang menimpa Ilham, ketika dia duduk di kelas 7.Sekolah yang hanya sekitar 500 meter dari rumahnya itu terpaksa harus dia tinggalkan demi untuk mengalah setelah sampai dipukul ramai-ramai. oleh beberapa orang yang dia tidak kenal, karena sebagian mereka dari kelas 9 di sekolah itu juga. Rupanya temannya Ilham sudah harus menggunakan tenaga pukulan dari luar kelasnya. Untuk itu,dia minta pindah dan SMPN 1 Baubau membuka diri untuk menerimanya. Kepala sekolah dan guru dari sekolah asalnya dengan berat hati melepas kepergiannya, karena dari serangkaian bulian sampai terjadi pemukulan, mereka tidak menemukan kesalahan fatal yang dilakukan Ilham, justru Ilham banyak mengalah.