Pilkada Buteng 2024, Figur Mulai Mencuat, Baru Samahuddin Balon Komplit

PUBLIKSATU, PEMILIHAN legislatif (Pileg) telah usai, saatnya partai politik (Parpol) bergerak lagi tarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan digelar November 2024.
Nuansa itu mulai terlihat di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Apalagi perolehan kursi masing-masing parpol di DPRD sudah diketahui jelas.
Genderang "perang" pun mulai ditabuh. Masing-masing tim, sudah mulai mengkampanyekan bakal calonnya di media sosial (medsos) maupun memasang spanduk dan poster di titik-titik publik.
Sebut saja, Samahuddin SE, mantan Bupati Buteng periode 2017-2022 (Ketua DPC PDIP Buteng). Dr H Azhari SSTP MSi, Rektor USN Kolaka.
Ada lagi, La Andi SSos, Ketua KONI Kabupaten Buteng. Suharman Landele SPd MSi, Wakil Ketua DPRD (Ketua DPD NasDem Buteng).
Figur lainnya, Dr Ishak Bagea, seorang akademisi dan H Sumardin SIP MKes, mantan Kadis Kesehatan Kabupaten Buton yang sudah purna bakti.
Dari sejumlah figur calon bupati tersebut, baru Samahuddin yang bisa dibilang calon komplit. Baik dari sisi "kendaraan" parpol maupun pasangan calon wakil bupati.
Diketahui, Pileg Februari kemarin, PDIP yang dinakhodainya mendapatkan lima kursi dari lima Dapil yang ada. Jumlah ini, telah memenuhi syarat untuk mengajukan calon bupati dan calon wakil bupati.
Mungkin saja, ia bisa menambah dukungan berkoalisi dengan satu atau beberapa parpol lain. Ini juga bisa menjadi strategi untuk mengganjal "pintu" lawan.
Selain itu, sejauh ini baru Samahuddin yang sudah mendeklarasikan calon wakilnya, Dr KH Amaludin Lc MA, seorang kyai, pimpinan pondok pesantren di Lakudo. Terlihat dari spanduk atau baleho yang sudah beredar di medsos maupun dipasang di tempat publik.
Calon lain yang punya "kendaraan" adalah Suharman Landele. Partai yang dipimpinnya, NasDem mendapatkan lima kursi pada Pileg kemarin. Memenuhi syarat untuk mencalonkan sendiri bupati dan calon wakil bupatinya.
Sayangnya, Suharman masih bergerak sendiri mempromosikan diri, belum ada pasangan. Pasca Pileg, Ia kemudian banyak didorong dari "arus bawah" untuk maju calon bupati karena punya modal lima kursi.
Calon lainnya, Dr Azhari, meski hanya seorang akademisi, tapi cukup intens membangun komunikasi dengan parpol. Salah satu yang menguat adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).