Berita Terkini
Baubau

Tiga Hari Meninggal, Jenazah Warga Baubau Baru Ketahuan

Oleh Suari · Kamis, 4 April 2024 13:14 WIB · 2 menit baca
Tiga Hari Meninggal, Jenazah Warga Baubau Baru Ketahuan
Evakuasi Mayat yang membusuk oleh Inafis Polres Baubau di kelurahan Wajo Kecamatan Murhum Kota Baubau. (Suari)

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kepolisian bersama warga Kelurahan Wajo Kecamatan Murhum Kota Baubau melakukan mengevakuasi jenazah pria paru baya usia 65 tahun di dekat rumahnya dalam kondisi membusuk, Rabu (3/4/2024).

Kapolres Baubau AKBP Bungin Masokan Misalayu, SH Sik melalui Kapolsek Murhum Ipda Amrin Samiun mengatakan seeorang warga Kelurahan wajo Kecamatan Murhum Kota Baubau ditemukan meninggal dunia atas nama ya An. Farisi Als La Tauta usia 64 tahun.

Dimana pada hari Rabu tanggal 03 April 2024 sekitar jam 06.00 wita bertempat di rumah gantung Jl. Murhum Kel. Wajo Kec. Murhum Kota Baubau, telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Menurut keluarga korban Mustia yang tinggal tidak jauh dari rumah korban mencium bau menyengat dari rumah gantung tempat korban tinggal, dan pada saat mendekati rumah tersebut bau tersebut seperti bau mayat, selanjutnya Mustia memanggil beberapa saksi untuk mengecek tempat kejadian perkara (TKP).

Saksi melihat Llk. FARISI Als. LA TAUTA dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi sudah membusuk, saksi menambahkan bahwa selama ini korban tinggal sendiri dirumah tersebut, kondisi kesehatan korban dalam keadaan gangguan jiwa dan tidak mau bergaul dengan kami saudara nya maupun orang lain

Keluarga korban menghubungi pihak kepolisian dan membersihkan situasi disekitar tempat kejadian, saksi sempat menjelaskan bahwa selama ini korban tidak pernah bergaul dengan kami keluarga, dan kami setiap hari nya membawakan makanan kepada korban, terakhir korban terlihat pada hari Minggu tanggal 31 Maret 2024.

Tim INAFIS Polres Baubau lakukan Olah TKP oleh tim gabungan dimana korban ditemukan dalam keadaan baring di bawah rumah gantung, dengan kondisi tubuh sudah busuk dan kehitaman dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, berdsarkan perkirakan Korban meninggal akibat sakit yang ia derita.

Pihak kepolisian berencana mau lakukan outopsi namun berdasarkan kesepakatan dari pihak keluarga saudara korban, mereka menginginkan agar korban tidak usah di bawah ke rumah sakit, menolak dilakukan visum dan mengikhlaskan musibah meninggal nya korban."tutupnya.

Peliput : Suari