BRI Cabang Baubau Didemo, Nasabah Mengeluh Jaminan BPKB Belum Dikembalikan
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Baubau di demo salah seorang nasabah bernama Sirajuddin Muhammad, pada senin 29/4.
Dalam orasinya, Sirajuddin mengaku telah dibohongi salah seorang oknum NZ pegawai BRI unit Wangi-wangi yang kini berpindah tugas di BRI cabang Baubau.
Pria asal dari Kamali Dusun Timi, Desa Lia Togo, Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara beberkan kronologis.
Ia menceritakan, pada saat mengajukan permohonan pinjaman dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 40.000.000 di BRI unit Wangi-wangi pada tahun 2020.
Hanya saja saat itu jaminan yang di bawah hanya satu BPKB motor milik mertuanya, hingga dari pihak bank melalui Mantiri Bagian Pinjaman Dana KUR inisial RS hal itu tidak bisa disanggupi.
Karena sangat membutuhkan dana ia mencoba meminta kebijaksanaan kepada pihak bank agar mencairkan terlebih dahulu pinjaman sebesar 40 juta tersebut selanjutnya ia menebus cicilan motor miliknya sekitar 6-7 bulan baru lunas di PT Indomobil dengan tujuan agar BPKB bisa keluar lalu dimasukan di bank sebagai jaminan tambahan.
Lebih lanjut, setelah itu dilakukan penandatanganan berkas yang disodorkan oleh pihak bank agar ditandatangani oleh nasabah dan setelahnya anggaran dicairkan.
Singkat cerita, angsuran dengan jangka masa pelunasan selama dua tahun ia mempercepat melunasi angsuran selama satu tahun artinya, yang seharusnya diselesaikan pada 2022 namun ia menyelesaikan pada 2021.
Usai pelunasan rupanya pihak bank hanya mengembalikan satu BPKB yang seharusnya dua BPKB kalau berdasarkan transaksi yang dilakukan bersama bapak inisial NZ yang diinstruksikan ibu Mantri RS.
Sirajuddin Muhammad Nasabah BRI Demo di Depan Kantor BRI Cabang Baubau. (Murdin)
"BPKB awal itu atas nama Husein Maruf itu mertua saya, mertua saya itu beli juga itu kendaraan. Jadi kendaraan tersebut BPKB saya setor di lantai ll sama ibu RS, ibu RS bilang " Kalau sudah selesai harap cepat bawah BPKB aslinya" saya bilang siap," kata Sirajuddin.
Ia mengakui, saat melakukan penandatangan berkas agak sedikit lengah saat itu yang disodorkan pihak bank melalui bapak NZ untuk berkas satu BPKB yang seharusnya dua berkas BPKB.