Kurangi Pengangkutan Sampah, DLH Bakal Pasang Mesin Kompos Sampah Organik di Pasar Karyanugraha

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Baubau menargetkan pada tahun 2024 seluruh sampah yang ada di Kota Baubau diolah dengan cara berbeda.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halfiah Hamiru mengatakan, jadi memang pada tahun 2024 ini dan tahun-tahun depan akan dimulai dengan meningkatkan sistem pengelolaan sampah organik.
"Jadi ini fokus kita disamping pengangkutan dan berfokus pada penggilingan dan pencacakan sampah organik mejadi kompos," kata Halfiah Hamiru ditemui di ruang kerjanya, rabu 19/6.
Salah satu peningkatan pengelolaan akan dilakukan DLH, kata dia, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menambah satu titik mesin pencacakan sampah organik menjadi kompos yang akan ditempatkan di Pasar Karyanugraha.
"Kemudian nanti di Pasar Karyanugraha nanti kita akan menggiling lagi dengan menempatkan mesin, kita sudah tinjau kemarin tempatnya saya bersama petugas persampahan turun sendiri ke lapangan kita melihat tempatnya," katanya.
"Nanti di Pasar Nugraha kita gabung dengan Pasar Lama kita tempatkan satu mesin di area Pasar Nugraha," target mantan Sekdin Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Baubau.
Target tersebut rupanya bukan cuma satu titik, kemudian nanti salah satu posisi perumahan terbesar yang ada di Bukit Wolio Indah dekat UPTD Kantor PU nanti disitu insya allah akan dipasang lagi satu mesin.
"Jadi memang pusat-pusat sampah terbesar kita akan tempatkan mesin-mesin pencaca untuk kita caca ditempat kemudian kita kompos menjadi kompos yang bisa danfaatkan seluruh dinas yang ada di Kota Baubau, kemudian juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," harapnya.
"Jadi ini insya allah di tahun ini bisa mengurangi sampah yang dibuang di TPA secara signifikan," optimis Halfiah.
Sebelumny dikatakan, DLH sudah menempatkan satu unit mesin pencacakan sampah organik menjadi kompos di pasar tradisional di Baubau yakni Pasar Wameo sebelum lebaran Idul Fitri yang lalu.
"Wameo ini beroperasi sejak sebelum lebaran kemarin sudah beroperasi disana menggiling alhamdulillah kita bisa mengompos itu sekitar 700 kilo gram perhari, dari total sekitar yang ada di wameo sekitar 15 ton sampah perhari," paparnya.
"Jadi di Pasar Wameo itu yang dulunya banyak sekali sampah sekarang kita sudah mencaca disana alhamdulillah sudah bersih sudah tidak ada lagi sampah menumpuk, jadi itu kita lakukan pengomposan disana penggilingan sampah kita sudah tempatkan satu pencacahan sampah organik," tutupnya.