Berita Terkini
Baubau

Harga Buku Paket Menjadi Keluhan Orang Tua Murid, Begini Tanggapan Kepala MIN Baubau

Oleh Murdin · Selasa, 30 Juli 2024 13:39 WIB · 2 menit baca
Harga Buku Paket Menjadi Keluhan Orang Tua Murid, Begini Tanggapan Kepala MIN Baubau
 Kepala MIN Baubau Yuliana Donggi Hanas (Murdin)

PUBLIKSATU, BAUBAU - Para orang tua murid di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Baubau mengeluhkan harga buku paket yang disiapkan pihak madrasah dianggap terlalu mahal harga mencapai jutaan rupiah.

Karena dinilai harga buku paket begitu kemahalan seketika para orang tua murid langsung memposting keluhan tersebut di akun media sosial (Medsos) Facebook dan seketika viral.

Menanggapi keluhan para orang tua, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kota Baubau Dra Yuliana Donggi Hanas M.Pd membenarkan adanya aksi tersebut disebabkan miskomunikasi anatara orang tua murid dengan pihak sekolah.

Ibu seorang mualaf ini menegaskan, terjadi kesalah pahaman bahwa pihak sekolah sama sekali tidak pernah memaksakan kepada orang tua murid untuk membeli buku paket kurikulum merdeka.

"Dari pihak sekolah ini terkait dengan keluhan orang tua itu karena terjadi miskomunikasi antara wali kelas dengan orang tua artinya, komunikasinya penganalisanya itu," tegas Yulia ditemui di MIN Baubau, senin 29/7.

"Jadi yang terkait keluhan orang tua baik di media sosial maupun yang lain alhamdulillah kami sudah selesaikan dan mereka paham bahwa sekolah tidak memaksa atau menyuruh beli buku," ujarnya.

Salah satu menjadi polemik itu sehingga harus dipahami oleh orang tua murid, kata dia, stok buku di sekolah belum memadai disebabkan peralihan dari kurikulum 2013 atau yang dikenal dengan singkatan K13 ke kurikulum merdeka.

"Buku terus terang di sekolah cuma belum memadai belum bisa dipinjamkan kesemua siswa karena berhubungan perpindahan dari kurikulum K13 ke kurikulum merdeka, sehingga peruntukan buku itu kita tidak bisa beli satu kali," jelasnya.

Ia juga memastikan, adapun terdengar isu siswa yang tidak memiliki buku paket yang dianggap kemahalan bagi orang tua murid tersebut akan mendapatkan sanksi dari pihak sekolah hal itu dinilai tidak benar.

"Siswa yang ada kalau tidak punya buku dan kalau anaknya cerdas berarti dia punya hak mendapatkan prestasi itu, jadi tidak ada sanksi bagi anak yang tidak beli buku," tegasnya.

Pun, terdengar kabar dari kalangan orang tua murid mengambil inisiatif dengan tujuan untuk memudahkan bagi mereka yang tidak mampu membeli buku paket dengan cara foto copy pihak sekolah tidak mau intervensi karena hal itu berkaitan langsung dengan aturan penerbit buku.

"Kalau itu kita kembalikan kepada pihak orang tua karena kalau pihak sekolah menyuruh foto copy berarti kita dikenai juga sanksi. Jadi kami hanya bisa pinjamkan buku selebihnya orang tua mau foto copy silahkan tapi kita tidak menyuruh," imbuhnya.