SMAN 7 Baubau Menuju Akreditas Pertama Pada 9-10 Oktober, Sartati: Masyarakat Jangan Ragu Lagi

PUBLIKSATU, BAUBAU - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Baubau yang baru berusia empat tahun kurang lebih atau tepatnya berdiri sejak tahun 2021 lalu dalam waktu dekat ini menyandang status akreditas.
Kepala SMA Negeri 7 Baubau Sartati mengatakan, saat ini sekolah yang dipimpinnya belum terakreditasi namun dalam waktu tiga atau empat hari kedepan akan berubah status menjadi terakreditas.
"SMA Negeri 7 Baubau belum akreditasi nanti tanggal 9-10 Oktober 2024 SMA ini baru di akreditasi, Kami sudah mendapatkan jadwal dari asesornya, kami sudah di pravisitasi nanti tanggal 9-10 baru di visitasi," kata Sartati ditemui di kantornya, sabtu 5/10.
Dikatakan mantan Kepala SMA Negeri 1 Baubau ini, dalam rangka menuju akreditasi tersebut pihaknya sudah jauh-jauh sebelumnya membentuk panitia dan panitia sudah bekerja menyiapkan berkas-berkas sesuai intrumen diminta.
"Dan alhamdulillah sudah hampir rampung tinggal kami finalisasi lagi kita merapikan hal-hal yang masi sedikit kurang," ujarnya seraya optimis dalam waktu secepatnya segala kekurangan diselesaikan.
Salah satu upaya lain sudah dilakukan, kata dia, pihaknya sudah melibatkan asesor dari luar untuk mealukan pendampingan dan kini sudah dilakukan pendampingan menjelang pelaksanaan akreditasi.
"Kami sudah mendapat pendampingan dari asesor juga tapi bukan asesor yang visitasi nanti, kami minta pendampingan dan alhamdulillah kami sudah didampingi," katanya.
"Mudah-mudahan hasil dari akreditasi nanti terbaik buat kami SMAN 7 Baubau agar masyarakat diluar sana tidak mempertanyakan tentang akreditasi SMAN 7 karena banyak masyarakat masih meragukan SMAN 7 ini katanya belum di akrediatsi," tuturnya.
Untuk lebih meyakinkan masyarakat, pun, sebelumnya SMA Negeri 7 belum menyandang akreditas namun sudah ada sejumlah alumni dari angkatan pertama terbukti bebas tes disejumlah universitas.
"Ternyata setelah saya baca akreditasi itu sebenarnya tidak merugikan lembaga itu, alhamdulillah satu contoh misalnya tahun lalu SMAN 7 Baubau itu belum terakreditasi tapi siswanya itu bebas tes di UI, UHO, UNM dan Semarang. Pokoknya tersebarlah dan itu suatu kebanggan buat kami," pungkasnya.
"Sehingga masyarakat bahkan peserta didik kami terbuka matanya bahwa ternyata tanpa akreditasi pun itu bisa cuma yang membedakan kalau ada akreditasnya kami mengusul siswa yang bebas tes itu agak banyak karena ada syaratnya tapi ketika tidak terakreditas mungkin itu hanya lima persen kami bisa mengusul," tegasnya.
Peliput: Murdin