Peringati HAB KE-79, Kemenag Baubau Komitmen Tingkatkan Layanan dan Pastikan Kerukunan Umat Beragama Tetap Terjaga

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Baubau menggelar upacara Hari Amal Bakti (HAB) Ke 78 atau hari ulang tahun Kementerian Agama RI di halaman Kemenag Baubau, Jumat 3/1.
Kepala Kantor Kemenag Kota Baubau, H Mansur mengatakan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kementerian Agama RI pada tahun 2025 ini dengan mengangkat tema "Menjaga Kerukunan Umat untuk Indonesia Emas 2025".
"Tema ini bersifat nasional dan tentunya juga yang ada di Kota Baubau, dari tema ini kita menjabarkanya menjadi dua. Kalau kami yang pertama adalah bagaimana layanan Kementerian Agama Kota Baubau semakin meningkat dan bagaiman situasi kondusifnya kerukunan umat beragama di Kota Baubau," kata Mansur ditemui usai pelaksanaan upacara.
Dikatakan, untuk layanan publik insyaAllah dimasa-masa mendatang Kementerian Agama Baubau akan terus membenahi layanan sehingga betul-betul layanan yang diberikan kepada masyarakat tidak ada lagi pungutan-pungutan tidak sesuai dengan regulasi.
Adapun sejumlah layanan yang ada di Kemenag diantaranya layanan di keagamaan seperti Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) mencakup layanan Kantor Urusan Agama (KUA), Layanan Haji dan Umrah, pendaftaran Haji dan lain sebagainya.
"Kemudian di layanan pendidikan seperti Madrasah kemudian layanan yang lainya kita berkomitmen memberikan palayan transparan dan akuntabel, mudah, efektif dan efesien," paparnya.
Lanjut mantan Kepala Kemenag Buton, berharap pelayanan kerukunan umat beragama tetap terpelihara dimana Kota Baubau adalah salah satu daerah yang unik, kenapa unik? Karena Kota Baubau miniaturnya Indonesia.
Kalau di Indonesia ada lima agama maka di Baubau juga ada lima agama, semua agama ada disini termaksud didalamnya kumpulan Orang Islam (Ormas) mulai dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Al Irsyad dan ada Islam Jama'ah. "Ini yang terus kita jaga, kita peliraha," harapnya.
Masih tentang kerukunan umat beragama, lanjut Mansur, kota Baubau berbagai macam kearifan lokalnya mulai dari yang berambut keriting, rambut lurus, berkulit putih, kulit sawo matang, hitam, bermata bola, bermata biru dan bermata bening.
"Dari kearifan budaya, banyak kearifan budaya juga. Tarian, kemudian kegiatan-kegiatan serimoni budaya, suku juga banyak. Kama ini yang kita terus bingkai sehingga bingkainya itu adalah kerukunan umat beragama atau moderasi beragama, yang kita bingkai itu adalah bineka tunggal ikanya, dan kalau bineka tunggal ikanya dengan moderasi beragama mudah-mudahan kerukunan umat beragama di Baubau terjaga, terpelihara," harapnya.
Ditambahkan, menurutnya sebagaimana juga kota Baubau merupakan rahimnya wilayah Kepulauan Buton (Kepton) dalam artian bahwa rahim itu tetap terjaga, terpelihara apa yang ada didalamnya sangat utuh tidak bisa diganggu sama siapapun.
"Sama juga Baubau mudah-mudahan kerukunan umat beragama tetap terjaga terpelihara sehingga akan menjadi kekuatan bagi daerah ini untuk melanjutkan pembangunan-pembangunan baik pembangunan fisik, mental, kemanusiaan sehingga dimasa-masa akan datang Baubau bisa berdaya saing melahirkan daerah bermartabat, berkualitas dan bisa bersaing dengan daerah-daerah lain di Sulawesi Tenggara," tutupnya.