Pemkot Baubau Luncurkan Gerakan Anti Pebula, Angkat Nilai Budaya Lokal Wolio

PUBLIKSATU, BAUBAU – Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi meluncurkan Gerakan Anti Pebula di Gedung Kepton Villa Nirwana. Kegiatan ini merupakan inisiatif edukatif yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kearifan lokal kepada para peserta didik, sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Buton.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Baubau, Eko Prasetya, dalam sambutannya menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan untuk memberikan tambahan pembelajaran berbasis nilai-nilai budaya lokal kepada pelajar.
"Tujuan peluncuran Anti Pebula adalah untuk memberikan tambahan edukasi kepada peserta didik kami, yang mana ini sangat penting. Ini juga merupakan bagian dari kearifan budaya lokal Wolio yang kita coba angkat bersama. Budaya Wolio sangat kaya dengan pesan dan pelajaran," jelasnya.
Gerakan ini akan dilaksanakan dalam bentuk roadshow ke seluruh sekolah di Kota Baubau, dimulai dari bulan Mei hingga Desember 2025. Program ini akan melibatkan satuan tugas (satgas) khusus yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan akan masuk langsung ke lingkungan sekolah.
Kota Baubau turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif ini. Ia menilai gerakan ini sejalan dengan visi misi Kota Baubau sebagai kota budaya yang ramah, cerdas, sejahtera, dan bermartabat.
"Saya kira peluncuran gerakan Anti Pebula ini merupakan terjemahan nyata dari visi misi Kota Baubau. Kami berterima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah melahirkan gerakan ini. Ini akan mengawal cita-cita kami untuk menjadikan Baubau yang lebih baik ke depan," ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa gerakan ini mendapat dukungan dari Polres Kota Baubau dan Kejaksaan Negeri Kota Baubau, menjadikannya sebagai kolaborasi lintas lembaga yang kuat.
Budayawan Buton, La Ode Abdul Munafi, yang juga hadir dalam acara tersebut, menyambut baik inisiatif ini.
Wakil Wali
"Gerakan Anti Pebula ini sangat bagus. Dalam naskah Undang-Undang Martabat Tujuh, Pebula adalah antitesis dari Sara Patanguna. Manusia Buton yang dicita-citakan adalah manusia yang mengenal hakikat dirinya dan hakikat ketuhanan," ujarnya.
Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh para kepala sekolah se-Kota Baubau, perwakilan Polres Baubau, Kejaksaan Negeri Baubau.(p4)