Momen Bersejarah: Siswa dan Siswi SMA Negeri 4 Wangi-Wangi Kenakan Pakaian Adat saat Pelulusan

PUBLIKSATU, WANGIWANGI - Pada Senin, 5 Mei 2025, SMA Negeri 4 Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi saksi bisu momen bersejarah bagi siswa dan siswi yang telah menyelesaikan pendidikan mereka. Dalam acara pelulusan yang penuh makna, siswa dan siswi mengenakan pakaian adat yang indah dan menarik.
Pakaian adat yang dikenakan oleh siswa dan siswi merupakan simbol kebanggaan dan identitas budaya mereka. Dengan mengenakan pakaian adat, mereka menunjukkan rasa cinta dan hormat terhadap warisan budaya leluhur mereka. Pakaian adat yang indah dan bersejarah ini juga menjadi bagian dari tradisi dan ritual pelulusan yang unik dan berkesan.
Acara pelulusan sekaligus perpisahan siswa-siswi kelas XII ini karena mereka telah menyelesaikan masa pendidikan jenjang sekolah menengah atas.
Kegiatan berlangsung meriah ini digelar di halaman sekolah dengan nuansa penuh kebahagiaan dan haru. Acara tersebut dihadiri oleh kepala sekolah, dewan guru, staf, orang tua siswa, serta tamu undangan lainnya.
Para siswa tampil anggun dan gagah mengenakan pakaian adat serta busana formal.
Dalam sambutannya, Kepala SMA 4 Wangi-Wangi Wa Ode Hayati menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas perjuangan para siswa selama tiga tahun terakhir.
Serta mengingatkan pentingnya melanjutkan pendidikan atau mengembangkan keterampilan di masa depan.
"Hari ini adalah bukti kerja keras kalian selama tiga tahun terakhir tidak sia-sia, Teruslah bermimpi dan berjuang, karena dunia menanti kontribusi kalian," ucapnya.
(Kutip Tribun news sultra).
Momen pelulusan ini menjadi tak terlupakan bagi siswa dan siswi SMA Negeri 4 Wangi-Wangi. Dengan mengenakan pakaian adat, mereka merasa lebih dekat dengan akar budaya mereka dan lebih percaya diri dalam menatap masa depan. Acara pelulusan ini juga menjadi kesempatan bagi siswa dan siswi untuk mengenang kenangan indah selama masa sekolah dan mengucapkan terima kasih kepada guru dan orang tua yang telah mendukung mereka.
Beberapa siswa yang berprestasi turut diberikan penghargaan atas pencapaian akademik maupun non-akademik.
‘’Momentum ini menjadi momen penuh makna bagi kami yang bersiap melangkah ke jenjang berikutnya, sekaligus menjadi kenangan manis yang akan selalu dikenang dalam perjalanan hidup mereka’’ Ucap Nadin Seorang siswa kelas XII.
Pakaian adat yang dikenakan oleh siswa dan siswi SMA Negeri 4 Wangi-Wangi merupakan contoh kebanggaan budaya yang patut diapresiasi. Dengan memelihara dan melestarikan budaya, mereka dapat memperkuat identitas dan jati diri mereka sebagai warga Wakatobi dan Indonesia. Momen pelulusan ini menjadi contoh baik bagi generasi muda untuk menghargai dan melestarikan warisan budaya leluhur mereka (p7).