Ustadzah Ainun Teladan Rohani, Lapas Baubau Beri Penghargaan
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Baubau, Bapak Tubagus M. Chaidir, memberikan piagam penghargaan kepada Ustadzah Ainun atas dedikasi luar biasa dalam pembinaan kerohanian dan pendampingan psikologis terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Baubau, Rabu (07/05).
Pembinaan yang dilakukan secara rutin merupakan bagian dari kerja sama antara Lapas Kelas IIA Baubau dengan Kementerian Agama Kota Baubau. Kehadiran Ibu Ustadzah Ainun telah memberikan dampak positif, terutama dalam membangun mental dan spiritual WBP melalui pendekatan yang lembut dan penuh empati.
Dalam penjelasannya, Ibu Ustadzah Ainun mengungkapkan bahwa keinginannya untuk terlibat dalam pembinaan di Lapas merupakan panggilan jiwa. Ia merasa bahwa banyak narapidana bukan terlahir sebagai pelaku kriminal, melainkan sebagai korban dari pola asuh yang kurang tepat, ketidaksiapan orang tua, dan pengaruh lingkungan.
“Tidak ada manusia yang terlahir di dunia ini untuk menjadi kriminal. Tapi mereka bisa terseret oleh arus karena latar belakang pengasuhan dan pengalaman hidup yang rumit sejak dalam kandungan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, alasan khusus yang mendorong beliau untuk hadir di Lapas adalah saran dari sesama penyuluh. Bahwa sebagian penceramah yang masuk ke Lapas cenderung menyampaikan pesan agama yang terkesan menekan dan menakut-nakuti. Sehingga pada akhirnya para penghuni Lapas merasa tidak punya lagi jalan pulang, seolah-olah tertutup untuk kembali kepada Allah SWT.
Berangkat dari hal itu, Ustadzah Ainun hadir dengan pendekatan yang lebih menyentuh jiwa dan penuh harapan, menanamkan bahwa pintu taubat selalu terbuka dan Allah adalah Maha Pengasih, Maha Penyayang, serta Maha Penerima Taubat.
“Alhamdulillah saya juga diberikan ruang untuk memberikan layanan konseling. Alhamdulillah sudah ada ruangannya, sudah tersedia di blok lapas ini, jadi baik warga pembinaan perempuan, laki-laki dalam hal ini untuk segmen anak itu kami layani untuk melakukan konseling. Mudah-mudahan melalui program ini, setelah mereka bebas dari sini (Lapas), bisa menjadi manusia baru yang bermanfaat bagi masyarakat”, Ujar Ainun.
Atas kiprah dan dedikasinya, Ustadzah Ainun juga meraih Juara 1 dalam ajang Penyuluh Award Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025, sebuah prestasi yang mengukuhkan komitmen beliau dalam dunia dakwah dan pembinaan masyarakat.
Kalapas Baubau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari transformasi layanan pemasyarakatan yang humanis dan berbasis keadilan restoratif.
“Dedikasi Ustadzah Ainun telah memberikan dampak positif terhadap pembinaan mental dan spiritual WBP perempuan. Beliau bukan hanya memberikan materi keagamaan, tetapi juga menjadi pendamping psikologis yang membantu WBP menjalani masa pidana dengan lebih tenang dan bermakna,” ungkap Kalapas Baubau.
Melalui apresiasi ini, diharapkan sinergi antara Lapas Baubau dan Kemenag Kota Baubau semakin erat dalam mendukung program pembinaan yang holistik sebagai bagian dari upaya reintegrasi sosial.
Peliput: Murdin