Berita Terkini
Kepton

Darurat, Lima Gedung di SMAN 4 Sampolawa Sisa Tiga Meter dari Tebing

Oleh Nusma Nagara Muli · Jumat, 13 Juni 2025 23:45 WIB · 3 menit baca
Darurat, Lima Gedung di SMAN 4 Sampolawa Sisa Tiga Meter dari Tebing
Kalaksa BPBD Busel Suharudin Singka meninjau SMAN 4 Sampolawa akibat hidrometrologi yang menghantam tebing belakang sekolah tersebut (Nusma)

PUBLIKSATU, BATAUGA--Lima gedung SMA Negeri 4 Sampolawa di Dusun Buku, Desa Wawoangi, Kecamatan Sampolawa, Buton Selatan Provinsi Sultra nyaris ambruk akibat longsor dan dihantam gelombang pasang.

Intensitas curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Buton Selatan awal Juni 2025 ini membuat sejumlah fasilitas umum dan rumah penduduk terendam banjir dan longsor.

Salah satunya yang berdampak longsor adalah SMA Negeri 4 Sampolawa. Tak hanya itu sejumlah tambatan perahu warga di bibir pantai tertimpa material longsor akibat abrasi gelombang pasang dan intensitas curah hujan tinggi. Menghantam tebing belakang gedung SMAN 4 Sampolawa.

Kepala SMAN 4 Sampolawa, Rosmadi Singka S.Pd, menuturkan longsor paling parah terjadi, 13 Mei 2025. Kemudian diperparah lagi sekitar lima kali longsor susulan awal Juni ini. Kemudian diperparah lagi intensitas hujan yang begitu tinggi akhir-akhir ini.

"Dua hari terakhir ini tanggal 12 dan 13 Juni 2025 kembali longsor besar. Sisa tiga meter dari bibir tebing, lima gedung sudah tergantung di bibir tebing pantai. Sementara tanah masih terus bergerak rawan lima gedung sudah tak difungsikan karena rawan longsor. Siswa dan civitas akademik sudah dilarang mendekati bibir tebing," ujarnya saat ditemui di SMAN 4 Sampolawa.

Dikatakan, karena darurat tersebut, aktifitas belajar mengajar untuk sementara dihentikan. Sampai ada penanganan sehingga tidak mengkhawatirkan aktifitas belajar mengajar di lima gedung tersebut.

Lima gedung berdampak laboratorium kimia, WC siswa, perpustakaan, ruang UKS dan tiga Ruang Kelas Belajar (RKB). Panjang longsor sekitar 150 meter lebih dengan ketinggian 15 meter. Sedangkan di sisi kanan ada kali yang juga rawan longsor dengan panjang 75 meter.

Dikatakan, awalnya sekitar 20 meter dari bibir tebing. Namun karena abrasi pantai dan curah hujan tinggi longsor kembali terjadi tanah terus bergerak mengakibatkan longsor. Sekitar 20 meter dari pondasi gedung sudah abrasi. Menyisahkan tiga meter dari bibir pondasi gedung.

Parahnya lagi lanjut dia, di bawah tebing ada laut. Jika musim timur ombak besar, bagian diding tebing ikut tergerus akibat abrasi gelombang pasang.

Menurutnya, sudah diusulkan di Pemprov Sultra permohonan proposal pengajuan untuk pembuatan talud sekitar 2018 ke Balai wilayah sungai Sulawesi IV Sultra.Kemudian disusul tahun 2021 namun belum ada respon serius. Kemudian kali ini kembali proposal laporan kebencanaan diusulkan ke Bupati Busel melalui BPBD Busel ke Pemprov Sultra 14 Mei 2025 lalu. Namun belum ada respon ataupun tanggapan dari Pemprov Sultra.

Kalaksa BPBD Busel, Suharudin Singka membenarkan sudah berkali-kali longsor. Pihaknya sudah meninjau langsung lokasi SMAN 4 Sampolawa 13 Juni 2025. Menurutnya, penyebab utama akibat hidrometrologi gelombang pasang yang menghantam tebing sehingga menyebabkan abrasi pantai.

"Iya benar akibat gelombang pasang sehingga membuat abrasi tebing bibir pantai. Selain itu juga diperparah intensitas curah hujan yang tinggi sehingga memperparah material tanah terus bergerak," ujarnya di SMA Negeri 4 Sampolawa saat ditemui Jumat (13/6/2025) siang.