Berita Terkini
Baubau

SPMB 2025, SMAN 2 Baubau Pastikan Tidak Ada Jalur Titipan

Oleh Murdin · Senin, 23 Juni 2025 20:25 WIB · 3 menit baca
Bagikan
SPMB 2025, SMAN 2 Baubau Pastikan Tidak Ada Jalur Titipan
Kepala SMA Negeri 2 Baubau, La Hidi. ((Foto Murdin))

PUBLIKSATU, BAUBAU - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Baubau memastikan pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 sudah dihilangkan proses penerimaan jalur titipan.

Demikian jalur titipan dipastikan sudah ditiadakan ditegaskan oleh Kepala SMA Negeri 2 Baubau, La Hidi, S.Pd., M.Pd kepada koran ditemui di SMA Negeri 2 Baubau, Sabtu 21/06. La Hidi mengatakan, tahun sebelumnya kalau bersandar dengan juknis dimana sekolah-sekolah besar peminatnya tinggi seperti SMAN 1 dan 2 Baubau.

"Sehingga kami berani menambah 1 orang perkelas itu, tetapi untuk tahun ini itu dipatok tidak boleh lebih 36 per Rombongan Belajar (Rombel). SMAN 2 Baubau diberi kuota 12 rombel jadi 436 secara keseluruhannya," kata La Hidi.

"Sudah tidak ada peluang sama sekali, titipan itu tidak ada peluang sama sekali karena pada akhirnya nanti siswa yang bersangkutan juga akan menjadi masalah karena dia tidak akan terdaftar di dapodik dan tentu pada akhirnya tidak terdaftar sebagai siswa sehingga dia sendiri yang merugi," jelasnya.

Dikatakan mantan Kepala SMA Negeri 6 Baubau ini alangka lebih baiknya masyarakat mengikuti aturan berlaku apalagi, kata dia, SMA di Baubau sudah sampai SMA 7.

"Janganlah kita paksakan diri untuk kita masuk di salah satu SMA tertentu, ketika pada saat itu mungkin di SMA 1 atau di SMA 2 tidak bisa masuk mungkin kita bisa melirik di SMA 3,4 atau SMA terdekat dengan rumahnya," imbuhnya.

Dikatakan, SPMB unik tingkat SMA, SMK dan SLB di Sulawesi Tenggara akan dimulai pada Senin tanggal 23 Juli sampai 2 Juli 2025. Untuk kekanismenya kurang lebih sama dengan tahun sebelumya

Hanya saja, kata dia, hanya sedikit perubahan kuota, kalau tahun lalu zonasi atau sekarang disebut domisili itu 50 persen untuk tahun 2025 turun menjadi 30 persen tentu ini akan mengurangi jarak semakin ketat jarak dari rumah ke sekolah.

"Selanjutnya, untuk jalur prestasi 30 persen masing-masing prestasi rapor 10 persen, prestasi akademik 10 persen dan sertifikat non akademik 10 persen. Tahun ini ditambah 5 persen menjadi 35 persen dengan ditambah 1 prestasi dengan dibagi dua yakni pertama, Ketua OSIS dan kedua Ketua organisasi pramuka," paparnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat, agar melihat pelunga-peluang bisa memungkinkan untuk lolos. Menurutnya, kalau tahun lalu itu hanya bisa memilih 1 sekolah kalau tahun ini kemungkinan bisa mendaftar lebih dari 1 sekolah.

"Di SMAN 1 misalnya kita mendaftar jalur domisli di SMA 2 misalnya jalur prestasi bisa memungkinkan seperti itu tetapi nanti pada saat perengkingan atau pelulusan itu, ini tergantung dari sekolah mana lebih duluan memverifikasi. Ketika dia sudah duluan verifikasi jalur prestasi di SMA 2 maka otomatis walaupun dia jalur domisili lebih dekat rumahnya di SMA 1 tapi kemungkinannya dia akan teregistrasi sebagai jalur prestasi di SMAN Baubau begitu pula sebaliknya," imbuhnya.

"Sehingga kalau saya menghimbau kepada masyarakat untuk kita melihat sebaik mungkin peluang-peluang yang bisa menyebabkan peserta didik dengan leluasa masuk di sekolah yang dituju," tutupnya.

Bagikan