3600 Ton Beras Bulog Belum Bisa Disalurkan, Pincab Bulog: Masih Menunggu Intruksi Pusat

PUBLIKATU, BAUBAU - Kantor Perum Bulog cabang Baubau mencatat, stok beras yang tersedia sampai saat ini di gudang bulog sebanyak 3600 ton dengan kwalitas medium. Sementara kapasitas tampung 1000 ton.
Pimpinan cabang (Pincab) Perum Bulog Baubau, Muthain Muhammadong mengatakan ketersediaan stok beras hari ini di kantor cabang Bulog Baubau kurang lebih 3600 ton, 3600 ton itu tersimpan di gudang.
"Dan sebenarnya stok ini cukup besar karena gudang kami kapasitasnya 1000 ton," kata Pimpinan cabang (Pincab) Bulog Baubau, Muthain Muhammadong ditemui di kantornya, Selasa 8/7.
"Kenapa saya bilang cukup besar karena gudang kami sebenarnya kapasitasnya cuma 1000 kebetulan ada tiga unit. Jadi kalau dilihat stok ini sudah melewati kapasitas, jadi stok baru hari ini lebih besar seperti sebelum-sebelumnya," bebernya.
Karena jumlah tersebut sangat besar, pihaknya memperkirakan jumlah 3600 ton mampu bertahan hingga beberapa bulan kedepan tepatnya pada bulan Desember mendatang.
"Kalau dilihat situasi seperti ini nda seperti biasanya 3600 itu, insyaAllah bisa sampai Desember," ujarnya.
Mutahin menjelaskan, untuk penyaluran beras lewat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sejak bulan Maret sampai saat ini belum ada perintah disalurkan dari Badan Pangan Nasional (Bappenas) alias stok bisa dikeluarkan.
"Ijin kalau untuk SPHP sampai detik ini belum ada aturan untuk membuka penyaluran karena sudah terakhir pada bulan Maret sampai saat ini belum ada perintah untul dikeluarkan, jadi beberapa bulan ini beras SPHP belum keluar dari gudang," terangnya.
Kendati belum dikeluarkan beras SPHP belum ada perintah dikeluarkan, pihaknya senantiasa memantau di pasaran dan dipastikan tidak ada mitra bulog melakukan penjualan SPHP.
"Saya himbau masyarakat Baubau apabila ada beras SPHP ditawarkan baik itu di pengecer atau distributor, saya himbau jangan diterima jangan sampai beras itu bukan dari bulog dan memang bulog tidak mengeluarkan SPHP sampai detik ini," imbuhnya.
Sebagai informasi, Bulog Baubau terus mengikuti perkembangan Rapat Koordinasi (Rakor) inflasi pada pemerintah pusat diperkirakan beras SPHP mulai dikeluarkan pada bulan Juli ini.