Diduga Penyalahgunaan Dana BOS, Kepsek SMAN 2 Wangiwangi Didemo Ratusan Siswanya Tuntut Transparansi

PUBLIKSATU, WANGIWANGI - Ratusan siswa SMA Negeri 2 Wangi-Wangi kabupaten Wakatobi melakukan unjuk rasa di depan ruang guru pada Senin, 21 Juli 2025, karena diduga kepala sekolah menyalahgunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Siswa menghentikan kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM) dan menuntut transparansi dalam pengelolaan uang sekolah.
Mereka menilai kepala sekolah tidak terbuka mengenai anggaran sekolah dan mencurigai adanya praktik korupsi dalam pembelian fasilitas pendidikan. Setelah berorasi, ratusan siswa berjalan kaki menuju kantor cabang Dinas Pendidikan Wakatobi untuk menyampaikan aspirasi mereka.
"Kami demo karena uang sekolah tidak digunakan untuk sekolah, tidak dipakai untuk beli perabotan sekolah, malah dipakai kepala sekolah, dia korupsi guys," kata Wulan, salah satu siswa SMA Negeri 2 Wangi-Wangi dalam orasinya.
Siswa membawa spanduk dengan tulisan kecaman dan tuntutan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk segera melakukan audit terhadap dana BOS. Sejumlah guru hanya menyimak dan menyaksikan aksi tersebut.
Humas SMA Negeri 2 Wangi-Wangi, Lajuma Ladaima, belum memberikan keterangan resmi, namun pihak sekolah telah menghubungi dinas terkait untuk merespons aksi tersebut.
Siswa menilai bahwa kepala sekolah tidak transparan dalam mengelola anggaran sekolah. "Uang sekolah tidak jelas peruntukannya, kami curiga ada korupsi," kata salah satu siswa.
Ratusan siswa tersebut menuntut agar Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara segera melakukan audit terhadap pengelolaan dana BOS di SMA Negeri 2 Wangi-Wangi.
Kepala sekolah SMA Negeri 2 Wangi-Wangi, Hasanuddin, belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi unjuk rasa tersebut.
Aksi unjuk rasa ini menunjukkan ketidakpuasan siswa terhadap pengelolaan dana sekolah dan menuntut transparansi serta akuntabilitas dari pihak sekolah (p7).