Pemkab Wakatobi Ikuti Peluncuran Kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

PUBLIKSATU, WANGIWANGI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi turut serta dalam peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) secara serentak di Indonesia pada Senin, 21 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia terkait pembentukan koperasi di seluruh Indonesia.
Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Wakatobi, Haswan Rahim, ST, melaporkan bahwa 100 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk di 75 desa dan 25 kelurahan di Wakatobi. Seluruh koperasi telah memiliki akta notaris dan beberapa koperasi telah diusulkan untuk mendapatkan pembiayaan dari Kementerian Koperasi.
"Seluruh koperasi telah memiliki akta notaris dan sementara mendapatkan pendampingan pengurusan NPWP, NIB, Pembukaan Rekening Koperasi, Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga hingga Rencana Bisnis Koperasi," ujar Haswan Rahim.
Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya melalui virtual zoom mengatakan bahwa koperasi merupakan wujud semangat gotong royong dan kekuatan ekonomi besar jika saling terhubung. Koperasi ini nantinya akan menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, obat-obatan generik murah, serta layanan keuangan mikro di desa.
"Setiap desa nanti akan punya gudang, pendingin untuk ikan, greit sembako, greit simpan pinjam, bahkan apotek yang menjual obat generik. Untuk masyarakat yang tidak mampu, akan kita upayakan untuk mendapatkannya secara gratis," ujar Presiden.
Dalam kegiatan ini, terdapat 2 koperasi yakni KKMP Wandoka dan KKMP Pongo yang telah diusulkan sebagai mockup pembiayaan LPDB Kemenkop. Sementara itu, 3 koperasi yakni KDMP Runduma, KDMP Waha, KDMP Liya Mawi telah mendapatkan fasilitas BRI Link dari BRI Wakatobi.
Dan 2 desa yakni Desa Liya Mawi dan Desa Wisata Kolo berkomitmen menyerahkan 20% Dana Desa bidang ketahanan pangan TA 2025 kepada koperasi, sebagai penguatan modal.
"Kita berharap koperasi ini dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa dan mengurangi kemiskinan," kata Haswan Rahim.
Dengan adanya koperasi ini, masyarakat desa dapat memiliki akses yang lebih mudah ke kebutuhan pokok dan layanan keuangan mikro.
"Koperasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat desa, terutama dalam meningkatkan perekonomian dan mengurangi kemiskinan," ujar salah satu warga desa (p7).