Berita Terkini
Baubau

Peristiwa Hijrah, Momentum Merajut Ukhuwah Merangkai Peradaban Islam Kaffah

Oleh Ramli Akhmad · Senin, 28 Juli 2025 14:26 WIB · 2 menit baca
Peristiwa Hijrah, Momentum Merajut Ukhuwah Merangkai Peradaban Islam Kaffah

PUBLIKSATU, BAUBAU - Majelis Cinta Al-Quran Kepulauan Buton (Kepton) menggelar dialog dengan mengangkat tema: Hijrah, Merajut Ukhuwah Merangkai Peradaban Islam hal ini dilaksanakan pada momentum tahun baru Islam 1447 H/2025 M di Baubau, Sabtu (26/7) malam.

Pada acara yang bernuansa silaukhuwah tersebut dihadiri peserta dari sejumlah kalangan mulai dari para tokoh, asatid, ulama, intelektual, advokt dan sejumlah pemuda muslim.

Pada momentum dialog hijriyah tersebut menghadirkan pembicara Ustaz Irwansah Amunu yang mengungkap apa yang terjadi pada peristiwa Hijrah dan apa saja hikmah bisa diaplikasikan pada kehidupan kaum muslimin hari ini.

Pada peristiwa Hijrah, Irwansyah Amunu mengungkapkan Nabi Muhammad SAW. merancang sebuah agenda besar dan penting bagi kaum muslimin dengan mempersiapkan terbentuknya sebuah peradaban baru yakni peradaban Islam.

Diketahui, saat di Mekkah Al-Muqaramah kepemimpinan Islam belum terbentuk namun dengan hijrahnya Nabi SAW bersama kaum muslimin di Madinah al-munawara disitulah dimulai terbentuknya kepemimpinan Islam dalam institusi negara.

“Di Madinah Rasul SAW bersama kaum muslimin mendirikan Daulah Islam pertama dengan peradaban tersebut wilayah kekuasaan kaum muslimin meliputi wilayah jazirah Arab saat itu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan adanya kepemimpinan kaum muslimin di bawah kepemimpinan baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mampu mempersatukan seluruh kaum muslimin.

Tidak seperti hari ini, kata dia, wilayah kaum muslimin terpecah belah meliputi sekitar 50 negara dengan jumlah kaum muslimin 1,7 miliar namun dengan jumlah sebesar itu kaum muslimin tidak memiliki kekuatan.

Lebih lanjut, tegas dia, secara historis umat Islam saat ini berada pada posisi umat nomor satu sehingga seharusnya posisi umat Islam hari ini berada pada posisi umat nomor satu bukan terbelakang.

“Secara historis kita adalah umat pemenang, bukan umat pemain dan lebih-lebih lagi umat penonton. Fakta hari ini kita berada diposisi umat penonton, pemain atau umat pemenang?” tanyanya dengan tegas.

Dijelaskan, bukti kebesaran Islam yang dirasakan umat Islam di Buton adalah dengan berubahnya peradaban Buton ke Islam. Hal tersebut tidak lepas dari dakwah yang dilakukan pada masa Kekhilafahan Turki Utsmaniyah.

Bukti sejarah yang tidak bisa kita lupakan, Buton berubah menjadi kesultanan setelah Raja Lakilaponto dilantik menjadi Sultan Buton Pertama, menjadi Sultan Murhum Qaimuddin Khalifatul Khamis. Lebih jauh lagi, Kesultanan Buton bergelar Negeri Khalifatul Khamis.