Berita Terkini
Kepton

70 Personil Tarian Daerah Wakatobi Siap Di Berangkatkan ke Jakarta

Oleh Suparman · Rabu, 13 Agustus 2025 20:11 WIB · 3 menit baca
70 Personil Tarian Daerah Wakatobi Siap Di Berangkatkan ke Jakarta
70 Personil Tarian Daerah Wakatobi Siap Di Berangkatkan ke Jakarta (Suparman)

PUBLIKSATU, KENDARI - Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi Arif Rahman Syah menjelaskan, seleksi penari Sajo Moane diselenggarakan untuk persiapan perform pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang ke 80 di istana negara tanggal 17 Agustus 2025.

Arif berkata, seleksi dilakukan oleh tim koreografi dari Provinsi Sultra yakni Sukrin Suhardi bersama 7 orang anggotanya selama dua hari di pulau Tomia.

Arif menyebutkan, penari Sajo Moane yang akan diutus berjumlah 70 orang, pelatih dari Kecamatan dua orang dan pendamping Kecamatan dua orang.

Rombongan penari Sajo Moane dari Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dijadwalkan terbang ke Jakarta pada Rabu, 13 Agustus 2025. Setelah tiba di ibu kota, mereka akan menjalani gladi di lokasi acara pada pagi hari keesokan harinya, 14 Agustus. Gladi ini merupakan bagian dari persiapan terakhir sebelum mereka tampil di puncak peringatan kemerdekaan pada 17 Agustus 2025 di Istana Negara.

Arif Rahmansyah, mengungkapkan, undangan resmi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) diterima pada akhir Juli. Wakatobi pun ditunjuk mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara untuk menampilkan Sajo Moane.

“Awalnya diminta 200 penari, tapi daerah hanya mampu memberangkatkan 70 orang. Usulan ini akhirnya disetujui Kemenparekraf,” kata Arif, Senin (11/8/2025).

Proses seleksi penari telah dilakukan di Tomia, Wakatobi. Dari 100 peserta yang mengikuti seleksi, 70 orang terpilih untuk menjadi bagian dari tim penari Sajo Moane. Setelah seleksi, mereka menjalani gladi selama dua hari di kampung halaman untuk mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Kendari.

Pada 10 Agustus, para penari terpilih berangkat ke Kendari untuk mengikuti latihan intensif di Gedung KONI. Di sana, mereka akan berkolaborasi dengan 45 penari kreasi dari Sanggar Natural Kendari yang dibina oleh Dr. Sukri. Sanggar Natural Kendari dipilih langsung oleh Kemenparekraf untuk memoles koreografi versi kolosal Sajo Moane.

Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan besar untuk menampilkan Tari Sajo Moane di Istana Negara. Dengan kolaborasi antara penari Sajo Moane dan penari kreasi Sanggar Natural, diharapkan penampilan Tari Sajo Moane dapat menjadi lebih spektakuler dan memukau penonton. Melalui proses latihan intensif dan kolaborasi yang baik, tim penari Sajo Moane siap untuk menampilkan yang terbaik pada 17 Agustus 2025.

Penari Sajo Moane akan membawakan tarian tradisional khas Kabupaten Wakatobi dalam upacara penurunan bendera HUT ke-80 RI.

“Sebelum menentukan koreografi, Pak Sukri sudah berkoordinasi dengan pelatih Sajo Moane di Tomia untuk memastikan batasan yang boleh dan tidak boleh diubah. Selama gerakan asli, kostum, kearifan lokal, dan nilai-nilai Sajo Moane tetap dipertahankan, penyesuaian formasi diperbolehkan. Filosofi perjuangan tetap sama. Ini hanya untuk momen ini saja, di luar itu keasliannya tetap dijaga,” tegasnya.

Tari Sajo Moane telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional pada November 2024. Geraknya sarat unsur silat dan adu parang, simbol perlawanan masyarakat Tomia di masa lalu.

Sejarah Panjang di Panggung Nasional

Pelatih pendamping La Ode Bungane menambahkan, Sajo Moane telah berulang kali diundang tampil di acara bergengsi. Di antaranya, HUT ke-23 TMII pada 1998 yang dihadiri Presiden Soeharto, Festival Keraton Nusantara II di Cirebon pada 1997, hingga menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo di Wakatobi.