Berita Terkini
Baubau

Dinkes Baubau Catat 77 Kasus Baru HIV/AIDS dan 173 Meninggal Dunia Hingga November 2025

Oleh Murdin · Sabtu, 20 Desember 2025 17:31 WIB · 2 menit baca
Dinkes Baubau Catat 77 Kasus Baru HIV/AIDS dan 173 Meninggal Dunia Hingga November 2025
Kabid P2 Dinkes Baubau, Yuslina. (Murdin)

PUBLIKSATU ,BAUBAU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau mencatat sebanyak 77 temuan kasus baru HIV/AIDS sepanjang periode Januari hingga November 2025. Dari total temuan tersebut, mayoritas penderita berada pada usia produktif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Kota Baubau, Yuslina, mengungkapkan bahwa dari 77 kasus baru tersebut, tidak semuanya merupakan warga berdomisili di Kota Baubau.

"Sebanyak 49 kasus merupakan domisili Kota Baubau, sementara 28 kasus lainnya berasal dari luar wilayah. Ini menunjukkan bahwa fasilitas layanan kesehatan (faskes) di Baubau juga menjadi rujukan bagi masyarakat dari kabupaten sekitar, bahkan ada yang dari luar Provinsi Sulawesi Tenggara," ujar Yuslina ditemui kantornya, Jumat (19/12/2025).

Program penemuan kasus aktif di lapangan telah dijalankan sejak tahun 2007. Berdasarkan data akumulasi hingga saat ini, total temuan kasus HIV/AIDS di Kota Baubau telah mencapai 1.160 kasus.

Yuslina juga memaparkan data mengenai angka kematian akibat penyakit ini. "Untuk pengidap yang dinyatakan meninggal dunia, tercatat hingga November 2025 sebanyak 173 orang," tambahnya.

Mengingat rentang usia penderita didominasi oleh kelompok produktif (15-59 tahun), Dinkes Baubau menekankan pentingnya peran konselor. HIV/AIDS merupakan kondisi medis yang membutuhkan pengobatan seumur hidup untuk mempertahankan kualitas hidup pasien.

Pihak Dinkes menyadari bahwa diagnosa positif HIV seringkali memberikan tekanan psikis yang berat bagi pasien, mulai dari rasa tidak nyaman hingga potensi gangguan kesehatan jiwa.

"Petugas kesehatan kami telah dibekali kemampuan sebagai konselor. Penanganan HIV tidak sama dengan penyakit lain yang bisa sembuh dalam hitungan bulan. Pasien butuh pendampingan khusus agar secara psikologi mereka tetap kuat untuk rutin mengonsumsi obat," jelas Yuslina.

Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Kesehatan terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik, baik dari sisi medis maupun dukungan moral, guna memastikan para penyintas dapat tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan optimal.

Peliput: Murdin