SDN 1 Liabuku Siap Menuju Sekolah Adiwiyata: Targetkan Lingkungan Bersih dan Edukasi Berkelanjutan
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - SD Negeri 1 Liabuku menyatakan kesiapannya dalam mengikuti program seleksi Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Baubau. Sebagai salah satu sekolah yang ditunjuk menjadi lokus penilaian, pihak sekolah telah melakukan serangkaian persiapan matang, mulai dari pembenahan lingkungan fisik hingga tata kelola administrasi.
Kepala SDN 1 Liabuku, Mimu Saleh, S.Pd menyambut positif penunjukan ini. Menurutnya, program Adiwiyata bukan sekadar lomba, melainkan momentum penting untuk membenahi kualitas kebersihan lingkungan sekolah serta mendukung program pemerintah dalam menciptakan sekolah yang berwawasan lingkungan.
Langkah awal yang ditempuh adalah menggerakkan seluruh elemen sekolah, baik guru maupun siswa, untuk melakukan pembersihan internal secara menyeluruh. Salah satu fokus utamanya adalah pengadaan sistem pemilahan sampah.
"Kami telah menyediakan empat jenis tempat sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Setiap ember memiliki peruntukan jenis sampah yang berbeda agar siswa terbiasa memilah sejak dini," ujar Kepala SDN 1 Liabuku.
Tak hanya memilah, sekolah juga membangun bak pembuatan kompos berukuran besar. Sampah organik yang dikumpulkan diolah selama 2 hingga 3 minggu hingga menjadi pupuk kompos yang subur. Hasilnya kemudian digunakan untuk menyuburkan tanaman di lingkungan sekolah.
Selain kebersihan, aspek keindahan juga menjadi perhatian dengan melakukan pengecatan ulang gedung sekolah agar tampak lebih representatif. SDN 1 Liabuku juga menggalakkan penanaman berbagai pohon produktif dan tanaman bermanfaat, seperti:
* Tanaman Pangan: Cabai, tomat, ubi kayu, pisang, dan pepaya.
* Apotek Hidup (TOGA): Serai, kunyit, jahe, dan tanaman herbal lainnya untuk kesehatan.
Selain fisik, pembenahan administrasi menjadi pilar penting. Seluruh aktivitas sekolah, mulai dari absensi hingga dokumentasi kegiatan internal dan eksternal, telah dirapikan dan dicatat secara sistematis sebagai pendukung penilaian Adiwiyata.
Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa seluruh berkas dan data pendukung telah berhasil diunggah melalui sistem aplikasi penilaian satu minggu yang lalu.
"Semua persiapan sudah selesai kami lakukan dan data sudah masuk ke sistem. Kini, kami tinggal menunggu hasil penilaian. Kami optimis SDN 1 Liabuku layak menyandang status sebagai Sekolah Adiwiyata," tutupnya.
Dengan semangat gotong royong ini, SDN 1 Liabuku berharap dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Kota Baubau dalam menciptakan lingkungan belajar yang asri, sehat, dan edukatif.
Peliput: Murdin