Berita Terkini
Baubau

BNN Kota Baubau Capai Target Signifikan 2025: Dari Edukasi Massal hingga Predikat 'Sangat Mandiri'

Oleh Murdin · Kamis, 1 Januari 2026 15:31 WIB · 2 menit baca
BNN Kota Baubau Capai Target Signifikan 2025: Dari Edukasi Massal hingga Predikat 'Sangat Mandiri'

PUBLIKSATU, BAUBAU – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Baubau di bawah kepemimpinan Alamsyah menunjukkan performa impresif sepanjang tahun 2025. Melalui berbagai program strategis, BNN Kota Baubau berhasil melampaui target di berbagai lini, mulai dari pencegahan, rehabilitasi, hingga pemberdayaan masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program 100 hari kerja Kepala BNN RI, BNN Kota Baubau meluncurkan gerakan “Ananda Bersinar”. Program ini menyasar 85 sekolah, mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi, dengan total partisipasi mencapai 16.384 orang.

Langkah preventif ini diperkuat dengan pelaksanaan tes urine terhadap 655 orang di berbagai instansi dan lingkungan masyarakat. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif, menunjukkan tren positif dalam upaya menciptakan lingkungan kerja dan sosial yang bebas narkoba.

Prestasi gemilang juga tercatat pada Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP) tahun 2025. Kota Baubau meraih skor 3,920 (100,25%) dari target awal 3,910. Capaian ini membuat Tim Dayamas BNN RI menetapkan Kota Baubau dalam kategori Sangat Mandiri.

Di tingkat akar rumput, unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di Kelurahan Wale yang telah berjalan sejak 2023 terus konsisten memberikan dampak, dengan melayani lima klien sepanjang tahun 2025 sesuai target.

Di sektor pemulihan, BNN Kota Baubau berhasil melampaui target layanan rehabilitasi:

1. Rawat Jalan: Melayani 29 klien dari target 28 orang (103,57%).

2. Pascarehabilitasi: Mencapai 100% dengan total 25 klien yang didampingi agar kembali produktif secara sosial.

3. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM): Meraih skor 3,85 atau 97,72% dari target, menunjukkan tingginya kepercayaan publik terhadap layanan rehabilitasi.

Selain itu, layanan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) telah melayani 719 orang, berkontribusi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp208.510.000.

Pada bidang pemberantasan, BNN melaksanakan asesmen terpadu terhadap tujuh tersangka (melebihi target lima orang). Hasilnya, satu orang direkomendasikan untuk proses hukum lanjutan, sementara delapan lainnya menjalani rehabilitasi rawat jalan.

Terkait keterbatasan anggaran penyidikan dalam menangani dua kasus hasil pemetaan kawasan rawan, Alamsyah menegaskan pentingnya kolaborasi. "Kami terus berkoordinasi dengan BNN Provinsi Sulawesi Tenggara dan Polres Baubau untuk penanganan lebih lanjut," ujar Alamsyah pada acara Press Release 2025 di kantor BNNK Baubau, Rabu (31/12/2025).

Kepala BNN Kota Baubau, Alamsyah, menegaskan bahwa penanganan narkoba merupakan prioritas nasional yang selaras dengan agenda Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam penguatan reformasi hukum.

"Kami mengedepankan pendekatan represif terhadap bandar dan sindikat, namun tetap humanis melalui rehabilitasi bagi penyalahguna. Permasalahan narkoba adalah ancaman serius bagi masa depan bangsa," tegas Alamsyah.