Percepat Layanan di Wilayah 3T, Sestama Badan Gizi Nasional Tinjau SPPG di Kapota Utara Wakatobi

PUBLIKSATU, WANGIWANGIl – Sekretaris Utama (Sestama) Badan Gizi Nasional (BGN), Sarwono, melakukan kunjungan kerja strategis di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada Rabu (31/12/2025).
Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan langsung lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kategori 3 titik yang terletak di Desa Kapota Utara, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan.
Kehadiran Sarwono disambut langsung oleh Bupati Wakatobi, H. Haliana, bersama Wakil Bupati Wakatobi, Dra. Hj. Safia Wualo. Agenda ini juga turut dihadiri oleh jajaran unsur Forkopimda, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para kepala desa se-Pulau Kapota, tokoh adat, serta masyarakat setempat yang antusias menyambut program penguatan gizi tersebut.
Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan teknis operasional SPPG di wilayah pesisir.
"kunjungan ini merupakan tinjauan langsung pembangunan kantor SPPG di Kapota Utara" ujarnya.
Dalam arahannya, Sarwono menyampaikan bahwa SPPG bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat intervensi gizi yang akan menyasar kelompok rentan. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka stunting dan peningkatan status gizi anak-anak di Kepulauan Wakatobi melalui penyediaan makanan bergizi dan edukasi pola asuh.
Bupati Wakatobi, H. Haliana, memberikan apresiasi tinggi atas perhatian Badan Gizi Nasional terhadap wilayahnya. Menurutnya, penetapan Kapota Utara sebagai lokasi SPPG kategori 3T sangat tepat mengingat tantangan geografis yang ada, sehingga akses terhadap layanan gizi berkualitas kini menjadi lebih dekat dengan masyarakat kepulauan.
Pemerintah Kabupaten Wakatobi menyatakan kesiapannya untuk bersinergi penuh dengan BGN dalam hal ketersediaan data dan pendampingan di lapangan. Haliana berharap kolaborasi ini dapat mempercepat visi Wakatobi dalam mencetak generasi emas yang sehat, cerdas, dan produktif melalui pemenuhan gizi yang terukur dan berkelanjutan.
Selain meninjau lokasi, rombongan juga berdialog dengan tokoh adat dan masyarakat setempat. Dialog ini bertujuan untuk menyerap aspirasi sekaligus mensosialisasikan pentingnya dukungan lokal agar operasional SPPG nantinya berjalan lancar dan diterima dengan baik oleh seluruh lapisan warga di Pulau Kapota.
Pihak BGN menjelaskan bahwa kategori 3T pada SPPG ini menuntut penanganan khusus, mulai dari distribusi bahan pangan hingga tenaga pelaksana yang harus memahami karakteristik wilayah kepulauan. Oleh karena itu, keterlibatan aktif dari para kepala desa se-Pulau Kapota menjadi kunci keberhasilan pemantauan gizi di tingkat akar rumput.
Kunjungan ini diakhiri dengan peninjauan lahan yang diproyeksikan menjadi sentra produksi pangan lokal untuk mendukung rantai pasok SPPG. Dengan memanfaatkan potensi lokal, program pemenuhan gizi ini diharapkan juga mampu menggerakkan ekonomi kreatif dan sektor pertanian-perikanan di sekitar wilayah Kapota Utara.
Melalui langkah nyata ini, Badan Gizi Nasional optimis bahwa penguatan layanan gizi di wilayah pelosok akan menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Peninjauan ini menandai babak baru dalam upaya kolektif mewujudkan Indonesia Sehat yang dimulai dari wilayah kepulauan terluar seperti Wakatobi (p7).