Berita Terkini
Baubau

Wali Kota Baubau Targetkan 10 Ribu Ton Panen Per Tiga Bulan

Oleh Suari · Sabtu, 10 Januari 2026 13:15 WIB · 2 menit baca
Wali Kota Baubau Targetkan 10 Ribu Ton Panen Per Tiga Bulan
Wali Kota Baubau H.Yusran Fahim SE hadiri sukuran swasembada pangan di Kelurahan Karing-Karong Kecamatan Bungi Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara. (Foto Suari)

PUBLIKSATU, BAUBAU - Wali Kota Baubau H.Yusran Fahim, SE dan Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu M.Pd, bersama Dandom 1413 Biton, Kajari Baubau, Lantamal Pos AL dan jajaran SKPD, Camat, Lutah dan Kelompok Tani Kota Baubau hadiri sukuran swasembada pangan di Kelurahan Karing-Karong Kecamatan Bungi Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara.

Wali Kota Baubau H.Yusran Fahim mengklaim pemerintah telah mencapai swasembada pangan yang ditargetkan 10 Ribu Ton sekali panen selama 2 tahun di tahun 2025,"Kami sukuri apa yang terjadi untuk panen beras dalam setahun para petani kita mencapai target 10 ribu ton dalam waktu 1 kali panen beras,"katanya

Hal tersebut disampaikan oleh H Yusran Fahim usai memdengatkan laporan Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Sitti Rahmah Saraswati saat melaksanakan acara sukuran swasembada pangan Kota Baubau.20/11/2025).

“Pangan kita khusus beras.alhamdulillah satu kali panen 10 ribu ton, dan kita panen 2 kali dalam setahun dan semoga nantinya bisa kita genjot lagi bisa panen beras 3 kali dalam setahun,"tutur orang nomor satu di Pemerintahan Kota Baubau ini.

Hal ini merupakan program Pemerintah yang harus di dukung untuk menuju swasembada pangan dengan menghasilkan panen selama 3 kali dalam setahun,"Saat ini kita banyak mendapatkan dukungan alat dari Pemerintah Pusat, tentu kita harus mengenjot pendapatan pertanian agar kebutuhan pangan kita memadai.

Kemudian bantuan alat pertanian di harapkan kepada petani agar memanfaatkan alat pertanian ini sebaik baiknya, tentu harapan Pemerintah agar harga-harga tersebut tetap stabil untuk seluruh wilayah Kota Baubau.

Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Sitti Rahmah Saraswati menyatakan tahun 2024 yang lalu produktifitas mencapai 4.31 ton gaba kering giling perhektar kemudian tahun 2025 naok menjadi 4,39 ton gaba kering giling perhektar, talentu ada peningkatan prodiksi dan saat ini sudah di angka 10.384 ton gaba kering gilinh dan kalau di konfrensikan ke beras sekitar 6000 ton beras.

Sehingga ada kenaikan ini tentu di tunjan dari bantuan Pemerintah daerah dan Kementrian Pertanian dengan memberikan berbagai bantuan alat pertanian yang dapat menunjan pengembangan para petani.

Srperti bantuan alsintang tahun 2025 ini dati kementrian pertanian antara lain mesin panen, ttaktor rida dua, ada pompa air, yang di alokasikan dari APBD seperti bantuan bibit dan pupuk untuk usaha tani sayur 22 hektar, dan bantuan pupuk pangan bagian kawasan jagung sebanyak 50 hektar.

"Kami berharap kedepanya tentu peningjatan swasdmbada pangan dan lebih maksimal lagi untuk tahun 2026 ini."tutupnya.(p3)