Berita Terkini
Baubau

Klarifikasi SMKN 2 Baubau: Video Viral di Medsos Bukan Bullying, Hanya Candaan Siswa

Oleh Ramli Akhmad · Sabtu, 31 Januari 2026 12:48 WIB · 2 menit baca
Klarifikasi SMKN 2 Baubau: Video Viral di Medsos Bukan Bullying, Hanya Candaan Siswa
Siswa SMKN 2 Baubau klarifikasi video viral bullying. ( (Foto Murdin))

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pihak SMKN 2 Baubau memberikan klarifikasi resmi terkait video viral di media sosial yang menarasikan adanya dugaan aksi perundungan (bullying) di lingkungan sekolah tersebut. Setelah dilakukan investigasi internal, pihak sekolah memastikan bahwa kejadian tersebut bukanlah aksi kekerasan, melainkan sekadar candaan antar-siswa.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Rabu (21/1/2026) di dalam ruang kelas saat jam kosong. Muhammad Aras Ali, siswa yang berada dalam video sekaligus Ketua Kelas, menjelaskan bahwa aksi refleks yang terekam kamera dipicu oleh kekalahannya saat bermain game online.

"Saat itu saya sedang main game dan kalah berkali-kali. Teman-teman di belakang memegang punggung saya. Karena spontan kesal kalah game, saya refleks mengayunkan kaki. Itu hanya candaan spontan terhadap teman-teman saya sendiri," ujar Aras Ali saat memberikan keterangan.

Salah seorang rekan kelas sempat merekam momen tersebut karena kondisi kelas yang sedang tidak ada guru. Video itu kemudian diunggah ke akun media sosial pribadi sebagai bahan lelucon. Namun, karena akun tidak diprivat, video tersebut diambil oleh konten kreator dan disebarkan dengan narasi bullying hingga menjadi viral.

Menanggapi hal ini, Guru BK sekaligus Anggota Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) SMKN 2 Baubau, Tasmin S.Pd M.Pd menekankan pentingnya meluruskan definisi bullying agar tidak terjadi misinformasi di masyarakat.

Menurutnya, sebuah tindakan baru dapat dikategorikan sebagai perundungan jika memenuhi dua unsur utama

1. Repetitif: Dilakukan secara berulang kali.

2. Ketimpangan Kuasa: Adanya tindakan kekerasan yang melibatkan kekuatan fisik besar menindas yang lemah, atau kelompok besar menindas kelompok kecil.

"Apa yang terjadi di video tersebut tidak memenuhi unsur ini. Kami sangat menyayangkan info yang beredar di medsos terlalu berlebihan, apalagi wajah siswa tidak diblur. Setelah kami koordinasi dengan Kepala Sekolah dan mengumpulkan anak-anak, semua mengonfirmasi bahwa itu murni candaan," jelasnya.

Kepala SMKN 2 Baubau, Rusdy S.Pd M.Pd menyampaikan apresiasinya kepada media, khususnya Surat Kabar Harian (SKH) Buton Pos, yang telah melakukan cross-check langsung ke pihak sekolah sebelum memberitakan lebih jauh.

"Ini adalah produk jurnalistik yang bagus karena ada konfirmasi. Kami sudah mengambil data langsung dari siswa bersangkutan. Sekali lagi kami tegaskan, itu bukan bullying, tetapi mereka hanya bermain-main layaknya anak sekolah di kelas," pungkas Rusdy.

Pihak sekolah berharap klarifikasi ini dapat meredam spekulasi negatif di masyarakat dan mengimbau pengguna media sosial untuk lebih bijak dalam menyaring informasi yang belum terverifikasi.

Peliput: Murdin