Berita Terkini
Baubau

Jelang Ramadan, Muslimah Wahdah Baubau Bekali 130 peserta di 6 kecamatan

Oleh Ary Irawan · Rabu, 11 Februari 2026 15:29 WIB · 2 menit baca
Jelang Ramadan, Muslimah Wahdah Baubau Bekali 130 peserta di 6 kecamatan
DAURAH RAMADAN MUSLIMAH: Peserta khusyuk mengikuti kajian. (ARY/publiksatu)

BAUBAU-Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Muslimah Wahdah Baubau menggelar Daurah Ramadan Muslimah (DRM) secara serentak di enam titik Se-Kota Baubau, yaitu Kecamatan Wolio, Murhum, Batupoaro, Betoambari, Kokalukuna, dan Bungi pada hari Minggu (8/2) atau bertepatan dengan 20 Syakban 1447 H.

Kegiatan ini menjadi bagian dari syiar Ramadan sekaligus majelis ilmu bagi kaum muslimah agar lebih siap secara spiritual dan keilmuan dalam menyambut bulan penuh berkah.

Mengusung tema “Ramadan Momentum Merajut Harmoni, Menuju Indonesia Takwa”, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 130 muslimah dari berbagai kecamatan, serta dihadiri tokoh masyarakat dan unsur pemerintah setempat.

Hadir sebagai perwakilan pemerintah, Sekretaris Camat Wolio Yermila, SKepNs menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan keagamaan Daurah Ramadan Muslimah ini. Semoga para peserta memperoleh bekal ilmu dan motivasi untuk mengamalkan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Muslimah Wahdah Cabang Wolio, Ustazah Misnah Mochtar, SKepNs menuturkan bahwa Daurah Ramadan Muslimah merupakan agenda rutin tahunan yang tahun ini dilaksanakan serentak oleh Muslimah Wahdah di 353 titik Se-Indonesia.

“Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus bukti cinta kami kepada para muslimah, agar dapat membekali diri dan lebih siap memasuki bulan Ramadan,” ungkapnya.

Dalam daurah ini, peserta mendapatkan pembekalan materi seputar amaliyah Ramadan sebagai jalan meraih ketakwaan, di antaranya melalui puasa, interaksi dengan Al-Qur’an, salat sunah, menghidupkan Lailatul Qadar, memperbanyak doa, serta bersedekah.

Selain itu, peserta juga difasilitasi untuk mengikuti program pembelajaran Al-Qur’an secara intensif sebagai sarana menjaga keistiqamahan dan menumbuhkan hakikat takwa dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan, kegiatan ini mampu melahirkan muslimah yang berilmu, berakhlak, dan meneladani sunah Rasulullah Saw.(p8)