Wakil Bupati Buton : Nuzulul Qur'an momentum jadikan Al Quran Petunjuk Hidup

PUBLIKSATU, PASARWAJO - wakil Bupati Buton Syarifuddin Saafa ST menyampaikan hikmah Nuzulul Quran 1447 di masjid Al Mursalaat kawu - kawu dengan mengajak masyarakat untuk kembali mengingat peristiwa turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia, jumat malam (6/3).
Dalam penyampaiannya, wakil Bupati buton menuturkan bahwa Al-Qur’an bukan hanya DIN kitab suci yang dibaca, tetapi juga harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Lanjutnya, wakil Bupati Butom mencontohkan bagaima generasi awal islam merespon perintah Al Qur'an dengan penuh ketaatan.
Ia menuturkan bahwa pada masa lalu, minuman keras atau khamar secara umum menjadi konsumsi masyarakat.
“Pada masa itu, khamar bukan hanya diminum satu atau dua botol seperti sekarang. Di rumah-rumah mereka ada guci-guci berisi khamar, bahkan sebagian digunakan untuk mandi,” ujarnya.
Namun ketika turun perintah Al Qur'an untuk meninggalkan khamar masyarakat langsung menaati perintah tanpa menundanya.
“Ketika perintah agama turun untuk menjauhi khamar, satu desa langsung menumpahkannya. Itu menunjukkan bahwa ketika mereka membaca dan memahami Al-Qur’an, mereka langsung mempraktikkannya dalam kehidupan,” jelasnya
Menurutnya, sikap inilah yang seharusnya menjadi teladan bagi umat Islam saat ini, yakni menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung kandungan Surah Al-Asr yang menegaskan pentingnya waktu bagi kehidupan manusia.
Wakil Bupati Buton mengutip perkataan sahabat Nabi, Umar bin Khattab, yang menyatakan bahwa waktu adalah kehidupan.
“Demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Waktu itu adalah kehidupan. Karena itu kita harus memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya untuk hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.
Turut hadir dalam peringatan Nuzul Qur'an Takmir masjid Al Mursalat Kawu-kawu, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Jamaah masjid yang mengikuti dan menyimak dengan khusyuk.
Melalui momentum Nuzulul Qur’an, wakil Bupati Buton berharap masyarakat di bulan suci ramadan 1447 H ini semakin bertakwa dan dekat dengan Al-Qur’an, memahami maknanya, serta menjadikannya sebagai pedoman kehidupan. (P4)