Relawan SPPG Berkerja Sesuai SOP BGN

PUBLIKSATU, BAUBAU - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pekerja atau relawannya bekerja sesuai standar operasional (SOP) yang sudah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Mereka terbagi dalam lima divisi masing-masing, yaitu divisi produksi, divisi pemorsian, divisi persiapan, divisi pencucian, divisi distribusi.
"Kami bekrja sesuai divisi, masuk kerja sesuai sift," kata Ainun Kusuma Wardhani, Kepala SPPG Kokalukuna, Kota Baubau pada Buka Puasa bersama sekaligus perpisahan Mitra yang mereka layani selama ini, sebagian mitra SPPG berpindah dari SPPG Kokalukuna ke SPPG Waruruma yang akan mulai beroperasi selesai lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Mengenai kedisiplinan,katanya pegawai SPPG dituntut untuk memenuhi SOP yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) yaitu jika masuk ke dalam SPPG dan memulai aktivitas untuk membuat makanan, wajib memakai alat pelindung diri (APD) diantaranya masker, hair net, sarung tangan, celemek dan sendal anti slip atau sepatu bot.
Salah satu poin SOP yang ditetapkan BGN adalah Higinie Personil dan Dapur yang terdiri dari penjamah makanan wajib menggunakan APD, mencuci tangan dan tidak menggunakan perhiasan, dapur wajib memiliki jadwal pembersihan harian, mingguan dan bulanan yang tercatat dalam logbook sanitasi. "Kami bekerja sesuai SOP dan wajib mematuhi," kata Ainun Kusuma Wardhani.
Menurutnya ada tanggung jawab yang tinggi untuk bekerja di SPPG khususnya SPPG Kokalukuna. Mereka juga berusaha bagaimana caranya agar bisa memenuhi ekspektasi masyarakat terhadap MBG, apa lagi MBG merupakan program unggulan Bapak Presiden. "Karena itu harus menyajikan makanan terbaik sesuai SOP," katanya (ram).