Sultra

Luas 30 Ha, Kwarcab Muna Bakal Aktifkan Giat Pramuka Di Buper Lamanu Untuk Sukseskan Program JATI

Oleh Redaksi · Senin, 5 Oktober 2026 20:04 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Luas 30 Ha, Kwarcab Muna Bakal Aktifkan Giat Pramuka Di Buper Lamanu Untuk Sukseskan Program JATI
Tim Pokja Aset Kwarcab Muna Melakukan Survei di Lamanu. (Foto:Anuardin/Publiksatu)

PUBLIKSATU, RAHA — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Muna bergerak cepat menghidupkan kembali Bumi Perkemahan (Buper) Lamanu di Kecamatan Kabawo.

Lahan seluas lebih dari 30 hektar yang sempat terbengkalai itu kini disiapkan menjadi kawasan perkebunan jagung guna mendukung program ketahanan pangan daerah.

​Langkah strategis ini dirangkaikan dengan persiapan Perkemahan Wirakarya Eksekutif Cabang sekaligus menyokong program JATI, visi besar Pemerintah Kabupaten Muna.

Ketua Kwartir Cabang Muna La Ode Asrafil melalui ​Sekretaris Kwarcab Muna, Anuardin, mengungkapkan bahwa peninjauan lapangan dan penentuan batas wilayah telah rampung dilakukan.

​"Lahan ini aset resmi Pramuka sejak 2014. Selain tempat perkemahan, lokasi ini akan kami sulap menjadi Kebun Pramuka untuk menyukseskan program JATI Pemkab Muna," tegas Anuardin usai meninjau lokasi, Minggu 4/10/2026.

​Buper Lamanu memiliki riwayat historis yang cukup panjang. Kawasan ini resmi diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Muna pada tahun 2014 di masa kepemimpinan almarhum Bupati dr. L.M. Baharuddin. Peresmiannya pun tergolong spektakuler kala itu, ditandai dengan pelaksanaan Kemah Eksekutif yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara periode tersebut, Nur Alam.

​Namun, seiring berjalannya waktu, kurangnya intensitas kegiatan di kawasan tersebut membuat infrastruktur pendukungnya perlahan hancur. Aset negara yang seharusnya menjadi sarana pembinaan pemuda justru mangkrak dan mengalami kerusakan berat.

​"Aset daerah sebenarnya banyak tersimpan di sana sejak 2014. Namun sangat disayangkan, karena lama tidak dimanfaatkan, fasilitas vital seperti balai pertemuan dan sarana sanitasi (MCK) kini rusak parah," ungkap Anuardin dengan nada prihatin.

Langkah Kwarcab Muna tidak hanya menyelamatkan aset berharga daerah dari ancaman alih fungsi liar atau penyerobotan lahan, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui sektor pertanian.

​Anuardin optimistis, hadirnya aktivitas Pramuka yang diimbangi dengan pengelolaan kebun jagung produktif akan menyuntikkan kembali napas kehidupan di Buper Lamanu dalam waktu dekat.

​"InsyaAllah tidak lama lagi kami akan menggelar kegiatan Pramuka secara terpusat di sana. Ini komitmen kami untuk memulihkan fungsi Buper Lamanu sekaligus membuktikan bahwa Pramuka Muna hadir dan memberi dampak nyata bagi daerah," pungkasnya. (Anuardin)

Bagikan