TMMD ke-130 Kodim 1416/Muna Resmi Digelar Kolaborasi Pemkab Muna dan TNI Atasi Krisis Air Bersih Di Kawitewite
Bagikan

PUBLIKSATU, RAHA — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) kembali digelar di Kabupaten Muna. Mengusung semangat kemanunggalan TNI dan rakyat, program ini difokuskan untuk menjawab berbagai persoalan mendasar masyarakat, khususnya akses air bersih dan infrastruktur jalan di Desa Kawite wite Kecamatan Kabawo, 13/10/2026.
Dandim 1416/Muna, Letkol Inf. Farid Peryanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD mencakup sasaran fisik dan non-fisik yang dirancang langsung untuk menyentuh kebutuhan warga.
"Sasaran fisik sudah mulai berjalan beberapa hari lalu, meliputi pembuatan sarana air bersih (SPAM) melalui pipanisasi, pembangunan sumur bor, pembuatan talud, hingga pembangunan jalan usaha tani. Selain itu, ada pula program khusus Angkatan Darat berupa renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 5 unit," ujar Dandim.
Untuk kegiatan non-fisik, Kodim 1416/Muna menyiapkan rangkaian sosialisasi dan penyuluhan lintas sektor, mulai dari pencegahan bahaya narkoba, penyuluhan kesehatan dan penanganan stunting, hingga sosialisasi rekrutmen prajurit TNI.
Sementara itu, Wakil Bupati Muna, La Ode Asrafil, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara Pembukaan TMMD menegaskan bahwa program yang berlangsung hingga 11 November ini menjadi solusi konkret atas persoalan bertahun-tahun yang dihadapi masyarakat desa Kawite wite.
"Masalah paling krusial di daerah ini adalah krisis air bersih. Melalui TMMD, dilakukan pembangunan jaringan pipanisasi yang mengalirkan air bersih dari desa tetangga. Ini betul-betul menjawab aspirasi dan kebutuhan utama masyarakat," terangnya.
Tak hanya persoalan air, pembangunan jalan usaha tani juga menjadi fokus utama guna membuka akses bagi para petani yang selama ini kesulitan mengangkut hasil panen akibat kondisi jalan yang rusak.
Asrafil menambahkan, pelaksanaan TMMD ini didukung kolaborasi anggaran antara Pemkab Muna dan TNI. Pemkab Muna menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 1,03 miliar untuk menyokong keberhasilan program.
Sisi menarik dari TMMD kali ini adalah pola pembauran prajurit. Selama pelaksanaan kegiatan, para personel TNI tidak menginap di posko atau tenda terpusat, melainkan tinggal dan berbaur langsung di rumah-rumah warga setempat.
"Para prajurit tinggal bersama warga. Ini menciptakan ruang silaturahmi, diskusi, dan pertukaran informasi yang positif antara TNI dan masyarakat," jelas Asrafil.
Keberhasilan seluruh rangkaian pengerjaan fisik dalam kurun waktu satu bulan ini menuntut partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
"TNI dan rakyat bahu-membahu secara gotong royong. Kemanunggalan inilah yang menjadi kunci utama suksesnya TMMD di Kabupaten Muna," pungkasnya. (Anuardin)
