Baubau

Hari Jadi Baubau e-485 dan HUT Kota Baubau ke-25,  Jaelani : Baubau Ikon Pertumbuhan Ekonomi di Sultra

Oleh Redaksi · Sabtu, 17 Oktober 2026 20:25 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Hari Jadi Baubau e-485 dan HUT Kota Baubau ke-25,  Jaelani : Baubau Ikon Pertumbuhan Ekonomi di Sultra
Anggota DPR RI Komisi IV, Jaelani, S.IP., M.Si., menghadiri peringatan Hari Jadi Baubau ke-485 dan HUT Kota Baubau ke-25 sebagai daerah otonom

PUBLIKSATU, BAUBAU - Anggota DPR RI Komisi IV, Jaelani, S.IP., M.Si., berharap Kota Baubau terus berkembang menjadi pusat penghubung antardaerah sekaligus motor pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Tenggara. Hal itu diungkapkan saat menghadiri peringatan Hari Jadi Kota Baubau ke-485 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Baubau sebagai daerah otonom, (17/10).

Menurutnya, Baubau memiliki potensi besar yang didukung oleh posisi strategis, kekayaan sumber daya alam, serta tradisi dan sejarah yang panjang. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Atas nama perwakilan Sulawesi Tenggara di Senayan, pada momentum HUT Kota Baubau ke-485 dan 25 tahun sebagai daerah otonom, kita berharap Baubau yang kita kenal memiliki sejuta potensi dan tradisi panjang terus tumbuh sebagai kota yang menghubungkan akses antarwilayah di Sulawesi Tenggara,” ujar Jaelani.

Ia menegaskan, posisi strategis Baubau sebagai kota penghubung perlu diimbangi dengan peningkatan dan pengembangan berbagai sektor unggulan, mulai dari pariwisata, sumber daya alam, pertanian, hingga perikanan dan kelautan.

Menurutnya, optimalisasi potensi tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Baubau harus meng-upgrade seluruh potensinya, baik di sektor wisata, sumber daya alam, pertanian, perikanan maupun kelautan,” katanya.

Jaelani juga menyatakan kesiapannya untuk membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kota Baubau melalui berbagai program dan skema aspirasi yang dapat disinergikan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, ia menyebut terdapat sejumlah sektor yang dapat didorong melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan pertanian, kelautan dan perikanan, serta kehutanan.

Ia mencontohkan pengembangan kampung nelayan dan peningkatan produktivitas pertanian melalui mekanisasi sebagai peluang yang dapat terus diperjuangkan untuk mendukung pembangunan di Baubau.

Selain itu, sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sehingga menjadi ikon sumber pertumbuhan ekonomi yang luar biasa di sulawesi tenggara.

Menurut Jaelani, pengembangan sektor-sektor tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat agar berbagai potensi yang dimiliki Baubau dapat dikelola secara optimal.

“Kami selaku anggota DPR RI siap membangun kolaborasi bersama Pemerintah Kota Baubau. Ada beberapa skema aspirasi yang memungkinkan untuk dibangun bersama, mulai dari sektor pertanian, perikanan, kampung nelayan, hingga pengembangan UMKM,” ungkapnya.

Ia optimistis, dengan penguatan potensi daerah dan kolaborasi lintas pemerintahan, Baubau tidak hanya berkembang sebagai kota penghubung di wilayah Sulawesi Tenggara, tetapi juga mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi yang diperhitungkan di provinsi tersebut.

“Saya memiliki keyakinan Kota Baubau tidak hanya menjadi kota penghubung, tetapi juga akan menjadi ikon pertumbuhan ekonomi yang luar biasa di Sulawesi Tenggara,” pungkasnya. (P4)

Bagikan