Hari Jadi Baubau ke-485 dan HUT Kota Baubau ke-25, HYF : Investasi 139 M Hingga Persiapan Benteng Keraton Buton Menuju UNESCO
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU -- Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E., (HYF) memaparkan sejumlah capaian pembangunan, penguatan ekonomi, peningkatan pelayanan publik, serta upaya pelestarian budaya dalam pidatonya pada peringatan Hari Jadi Kota Baubau ke-485 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Baubau sebagai daerah otonom, Sabtu (17/10/2026).
HYF menegaskan bahwa Baubau merupakan kota yang tumbuh dari rahim Kesultanan Buton, sebuah negeri yang selama berabad-abad dikenal dengan tata pemerintahan yang tertib, adat istiadat yang luhur, serta falsafah leluhur Bolimo Karo Somanamo Lipu, yang mengajarkan pentingnya menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Ia menyampaikan, seperempat abad lalu, melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2001, Baubau resmi menjadi daerah otonom. Sejak saat itu, Baubau terus berkembang menjadi salah satu pusat jasa, perdagangan, dan kebudayaan di wilayah Kepulauan Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Menurutnya, tahun 2026 bukanlah tahun yang mudah bagi pemerintah daerah. Ketidakstabilan kebijakan fiskal, gejolak harga, serta tekanan ekonomi yang berdampak pada daya beli masyarakat menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan pembangunan.
“Di tengah keterbatasan itu, pembangunan harus tetap berjalan,” demikian penegasan HYF dalam pidatonya.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota Baubau terus berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur, mulai dari jalan, drainase, jaringan air bersih, hingga penataan ruang publik. Selain itu, peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan serta pendidikan juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Salah satu capaian yang disampaikan adalah penghargaan peringkat kedua nasional dalam akses dan pelayanan kesehatan Regional Sulawesi yang diterima Kota Baubau dari Kementerian Dalam Negeri pada 2026.
Di sektor ekonomi, HYF menyebut kepercayaan investor terhadap Kota Baubau menunjukkan perkembangan positif. Sepanjang 2026, nilai investasi yang masuk mencapai Rp139 miliar.
Peningkatan investasi tersebut ditandai dengan hadirnya sejumlah usaha, di antaranya McDonald's dan AZKO, yang diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Baubau juga terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui revitalisasi Pasar Wameo, persiapan pasar penyangga, pembukaan kawasan-kawasan baru, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu upaya untuk memperluas pemasaran produk lokal dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dilakukan melalui penyelenggaraan Baubau Expo.
Langkah tersebut, menurutnya merupakan bagian dari upaya membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata.
Dalam menghadapi perkembangan era digital, Pemkot Baubau juga menjalin kerja sama dengan Balai Besar Komunikasi dan Digital (Komdigi) Makassar. Penandatanganan kerja sama tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari peringatan HUT Kota Baubau.
Kerja sama itu mencakup pelatihan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), perluasan jaringan, serta stabilisasi akses internet di seluruh wilayah Kota Baubau.
HYF menilai, penguatan kemampuan sumber daya manusia dan pemerataan akses digital menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi perkembangan teknologi.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada akhir 2025, Kota Baubau berhasil mencapai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 80,29, yang masuk kategori sangat tinggi dan berada di atas rata-rata nasional.
Di bidang konektivitas, pemerintah daerah turut mendukung pengembangan Bandara Betoambari untuk memperkuat posisi Baubau sebagai pusat konektivitas transportasi udara dan laut di wilayah kepulauan Sulawesi Tenggara.
Selain itu, Baubau juga mendukung pelaksanaan sejumlah program prioritas nasional, antara lain Makan Bergizi Gratis, Koperasi Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, dan Sekolah Rakyat. Khusus pembangunan Sekolah Rakyat, saat ini masih dalam tahap persiapan.
Selain pembangunan fisik dan ekonomi, Yusran menegaskan bahwa kemajuan daerah juga harus diiringi dengan kemampuan menjaga identitas dan warisan budaya.
Menurutnya, berbagai kegiatan dalam rangka peringatan hari jadi, mulai dari perlombaan, ritual Santiago, acara adat di sejumlah kelurahan, perayaan keagamaan, karnaval budaya, hingga Pekakande-kandea, merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya merawat tradisi masyarakat Buton.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda agar falsafah Sara Pataanguna tetap hidup dari generasi ke generasi.
Sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya, Pemerintah Kota Baubau tengah mempersiapkan pengajuan Benteng Keraton Buton sebagai warisan budaya dunia kepada UNESCO.
Untuk melengkapi persyaratan pengajuan tersebut, Pemkot Baubau menjadwalkan pelaksanaan simposium budaya Buton pada 28 Oktober 2026. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat dokumentasi, kajian, dan pengakuan terhadap nilai sejarah serta kebudayaan Kesultanan Buton di tingkat internasional.
Menutup pidatonya, HYF mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kekompakan dan persatuan dalam mendukung program pembangunan daerah. Ia juga meminta masyarakat ikut menjaga, memanfaatkan, dan mengawasi hasil pembangunan secara bersama-sama.
Semangat gotong royong, menurutnya, perlu terus dihidupkan di lingkungan masing-masing sebagai fondasi membangun daerah.
Dengan berpegang pada falsafah Bolimo Karo Somanamo Lipu, Yusran mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Baubau sebagai kota budaya yang ramah, cerdas, sejahtera, dan bermartabat.
Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat atas peringatan Hari Jadi Kota Baubau ke-485 dan HUT ke-25 Kota Baubau sebagai daerah otonom.
Peringatan tersebut, menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan sejarah, memperkuat persatuan, serta melanjutkan pembangunan dengan tetap berakar pada nilai-nilai luhur budaya Buton. (P4)
