Benteng Keraton Buton Menuju Unesco, HYF: 28 Oktober Simposium Budaya
Bagikan

Hari Jadi Kota Baubau ke-485 dan HUT ke-25 sebagai Daerah Otonom
PUBLIKSATU.WALI Kota Baubau, H Yusran Fahim (HYF) menyatakan Kota Baubau tumbuh dari rahim Kesultanan Buton, negeri yang berabad-abad dikenal karena pemerintahannya yang tertib, adatnya yang luhur, serta warisan falsafah leluhur: Bolimo Karo Somanamo Lipu, yakni meletakkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Dikatakan, seperempat abad lalu, melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2001, Baubau resmi menjadi daerah otonom, dan kini tumbuh sebagai pusat jasa, perdagangan, dan budaya di Kepulauan Buton Provinsi Sulawesi Tenggara.
"Atas nama Pemerintah Kota Baubau, kami menyampaikan terima kasih kepada para pendiri dan pemimpin terdahulu, ketua lembaga adat kesultanan buton, pemangku adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, para Diaspora Buton, TNI dan POLRI, serta seluruh masyarakat yang selalu menjaga Kota Baubau tetap aman dan damai," paparnya saat mememimpin upacara Hari Jadi Kota Baubau ke-485 dan HUT ke-25 sebagai Daerah Otonom di Lapangan Kantor Wali Kota Baubau, di Palagimata, Sabtu (17/10).
Diakui, tahun 2026 bukan tahun yang mudah. Di tengah kebijakan fiskal yang belum stabil, sementara di sisi lain gejolak harga dan ekonomi turut menekan daya beli masyarakat. Di tengah keterbatasan itu, pembangunan harus tetap berjalan. Infrastruktur jalan, drainase, jaringan air bersih, penataan ruang publik, hingga peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan terus kami tingkatkan.
Di tahun ini Kota Baubau mendapatkan penghargaan peringkat kedua nasional dalam akses dan pelayanan kesehatan Regional Sulawesi dari Kementerian Dalam Negeri. Sepanjang Tahun 2026, kepercayaan investor terhadap Kota Baubau juga meningkat, nilai yang masuk mencapai Rp 139 miliar, ditandai hadirnya usaha seperti McDonald's dan Azko yang membuka lapangan kerja baru.
Kata HYF, revitalisasi Pasar Wameo dan persiapan pasar penyangga, pembukaan kawasan-kawasan baru dan penguatan UMKM yang salah satunya lewat Baubau Expo, adalah upaya menstimulasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata.
Diungkapkan, dalam mempersiapkan SDM yang handal untuk menyongsong Era Digital kita lakukan kerja sama dengan Balai Besar Komdigi Makassar yang penandatanganannya akan dilaksanakan hari ini, (Sabtu, 17/10, red). Kerja sama ini berupa Pelatihan Kecerdasan Buatan (AI), perluasan jaringan dan stabilisasi akses internet diseluruh wilayah Kota Baubau.
Dikatakan, menutup tahun 2025 kita telah berhasil mencapai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 80,29 persen yang masuk dalam kategori "sangat tinggi" dan berada di atas rata-rata nasional.
Selain itu, kita juga mendukung Pengembangan Bandar Udara Betoambari untuk memperkuat posisi Baubau sebagai HUB perhubungan udara dan laut di wilayah Sultra kepulauan, dan terlaksananya program-program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih dan Sekolah Rakyat yang pembangunannya sedang dalam proses persiapan.
"Hadirin undangan yang sama berbahagia, Kemajuan daerah juga diukur dari kemampuannya menjaga jati diri. Rangkaian berbagai lomba, ritual Santiago dan Acara Adat di beberapa Kelurahan, Perayaan Keagamaan, Karnaval Budaya, hingga Pekakande-kandea adalah bentuk kesyukuran kita bersama," paparnya.
"Sara kita merawat ingatan, mempererat silaturahmi dan mewariskan nilai luhur budaya Buton kepada generasi muda, sehingga Sara Pataanguna yang merupakan falsafah kita bersama terus hidup dari generasi ke generasi," sambungnya.
Dikatakan, sebagai ikhtiar menjaga kelestarian budaya itu, Pemerintah Kota Baubau dalam persiapan mengajukan usulan Benteng Keraton Buton menjadi warisan budaya dunia ke UNESCO. Untuk melengkapi prasyarat maka pada tanggal 28 Oktober 2026 kita akan mengadakan simposium budaya Buton.
"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap kompak dan bersatu dalam mendukung pembangunan dengan ikut menjaga, memanfaatkan dan mengawasinya bersama. Mari kita terus menghidupkan semangat gotong royong di lingkungan masing-masing. Dengan semangat Bolimo Karo Somanamo Lipu, kita jadikan Baubau menjadi kota budaya yang ramah, cerdas, sejahtera, dan bermartabat," paparnya.
"Akhirnya, kepada seluruh masyarakat, saya ucapkan selamat Hari Jadi Kota Baubau ke-485 dan Hari Ulang Tahun Kota Baubau ke-25 sebagai daerah otonom. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan perlindungan-Nya kepada kita semua dan kepada negeri yang kita cintai ini," pungkasnya.(IRWANSYAH AMUNU)
