Berita Terkini
Buteng

Lomba P2WKSS, Desa Wambuloli Diharap Ikuti Jejak Desa Baruta

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 1 September 2018 14:45 WIB · 2 menit baca
Lomba P2WKSS, Desa Wambuloli Diharap Ikuti Jejak Desa Baruta
Nurlia Husuni

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) telah menunjuk Desa Wambuloli, Kecamatan Mawasangka Timur (Mastim) untuk mewakili Kabupaten Buteng dalam lomba Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi Sultra, Oktober 2018.

2017 lalu, Kabupaten Buteng berhasil mendapatkan Juara I dalam lomba P2WKSS ini yang diwakili Desa Baruta Kecamatan Sangia wambulu yang merupakan kampung Wakil Bupati Buteng Kapten Inf (Purn) La Ntau. Tahun 2018 ini, diwakili Desa Wambuloli yang merupakan kampung kelahiran Bupati Buteng H Samahuddin.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Buteng, Nurlia Husuni mengatakan ditunjuknya Desa Wambuloli karena dianggap layak untuk mengikuti lomba P2WKSS karena belum sejajar dengan desa-desa lain.

"Artinya Desa Wambuloli ini masih perlu dikembangkan, baik dari sisi infrastrukturnya maupun penataan lingkungannya. Sehingga wajar diikutkan lomba P2WKSS mewakili Kabupaten Buteng di tingkat provinsi," ungkap Nurlia ditemui di kantor bupati, beberapa waktu lalu.

Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buteng ini mengaku pihaknya akan bekerja maksimal untuk mengantarkan desa kelahiran Bupati Samahuddin itu untuk meraih juara sebagaimana tahun lalu Buteng mendapat juara satu saat diwakili Desa Baruta yang merupakan kampung Wakil Bupati La Ntau.

Apakah target juara satu itu bisa diraih berturut-turut, mengingat informasi yang berkembang bahwa kabupaten tidak bisa ditetapkan juara satu berturut-turut dalam lomba desa maupun P2WKSS di tingkat provinsi?

Menurut Nurlia itu merupakan persepsi yang salah. Kalau memang kabupaten tersebut masih bisa mempertahankan juaranya dalam lomba yang sama, kenapa tidak. "Kalau nilainya tinggi dibanding desa dari kabupaten lainnya, sudah pasti akan mendapat juara," katanya optimis.

Untuk mempertahankan juara tersebut, pihaknya sudah mulai turun melakukan pembinaan-pembinaan kepada masyarakat Desa Wambuloli, dimana penilaiannya dilaksanakan Oktober nanti. Hal ini dilakukan agar persiapannya lebih matang lagi.

"Sekarang kita sudah melakukan pembinaan di bidang administrasi PKK dan memotivasi masyarakat untuk melakukan gotong royong," bebernya.

Dengan pembinaan yang sudah dilakukan jauh-jauh hari itu, pihaknya yakin Desa Wambuloli bisa mendapat juara. Desa Baruta saja yang persiapannya hanya satu bulan lebih saja, sudah mampu disulap lebih bagus dan akhirnya mendapat juara. Apalagi, bila persiapannya sudah dilakukan beberapa bulan.(uzi)