Desa Waara dan One Waara Masih Kesulitan Air Bersih
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Dua desa bertetangga, yakni Desa Waara dan One Waara, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) sampai saat ini masih kesulitan air bersih. Kondisi ini diakui sendiri kepala desa (Kades) dua desa tersebut saat ditemui di Kantor Camat Lakudo, belum lama ini.
Kades One Waara Ismail mengaku, selama ini warganya terpaksa mengkonsumsi air galon bila ingin menikmati air bersih atau air dalam goa dengan jarak yang cukup jauh. "Bagi warga yang mampu bisa beli air galon, tapi kalau mereka yang tidak mampu harus bersusah payah mengambil air dalam goa," tuturnya.
Agar tidak kekurangan air di musim kemarau, masyarakatnya juga harus berupaya menampung air hujan dengan membangun bak-bak air yang besar untuk kebutuhan sehari-harinya. Padahal, sudah sejak lama pipa air masuk ke desanya, namun sampai sekarang belum juga dialirkan.
Bahkan, kata Ismail, semenjak dirinya jadi kepala Desa One Waara, sudah empat kali pemasangan pipa melewati jalur jalan. sayangnya, sampai sekarang tidak ada yang mengalir karena belum terhubung dengan sumber mata air.
"Mudah-mudahan di zamannya pak bupati Samahuddin ini sudah bisa disambungkan dengan mata air. Kalau ini berhasil, maka bisa dibilang kami baru merasakan yang namanya arti kemerdekaan," tandasnya.
Hal senada juga diungkapkan Kades Waara H Samsul Zinu. Kata dia, persoalan air bersih merupakan prioritas utama yang diminta masyarakat di pemerintahannya untuk dituntaskan.
Samsul berharap, sudah ada langkah-langkah yang dilakukan Pemkab Buteng untuk mengalirkan air bersih melalui pipa yang sudah lama terpasang di pinggir jalan. Kalau itu sudah mengalir, maka tinggal disambungkan ke rumah-rumah warga saja.
"Jika dari pemkab Buteng siap mengalirkannya tahun ini, berarti visi misi saya saat mencalokan diri jadi Kades kemarin terbantu," katanya.
Padahal, dirinya sudah merencanakan akan membeli air tangki untuk dibagikan warga melalui dana desa. Hanya saja, dia berpikir lagi kalau dana desa dibawa kesitu bagaimana pemberdayaan masyarakat yang lain karena akan habis hanya untuk membeli air tangki saja.
"Memang ada rencana saya seperti itu untuk melakukan antisipasi, tapi karena melihat sudah ada pipa dan bak penampung yang dibangun pemerintah sebelumnya saya tunda dulu," akunya.
Sementara itu, Bupati Buteng H Samahuddin mengaku dirinya sudah mengupayakan Desa Waara dan Desa One Waara untuk dialirkan air bersih tahun ini. Hal itu ditandai dengan datangnya pipa bantuan dari pemerintah provinsi yang merupakan hasil lobinya akhir 2017 lalu.
"Sudah ada pipa yang masuk dan dibongkar di Desa One Waara sebanyak ratusan batang. Kalau disambungkan bisa mencapai 3,4 kilo meter. Nantinya akan menjadi satu sambungan dengan air dari Boneoge dan konek dengan Desa Madongka yang bersumber dari mata air di Teluk Lasongko," bebernya.
"Mungkin pipa sambungan sepanjang 3,4 KM tersebut belum sampai ke Boneoge, tapi kita akan usahakan lagi tambahannya ke provinsi," janjinya.
Terpisah, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan umum (PU) Kabupaten Buteng Muh Jufar, mengaku sudah turun ke lapangan melihat pembongkaran pipa sambungan tersebut. Selanjutnya dirinya akan berkoordinasi dengan konsultannya, sehingga dalam pemasangan pipa nanti bisa konek dengan program Pemkab Buteng.
"Pipa air dari provinsi ini nantinya akan terhubung atau tersambung dengan program pengaliran air bersih Kecamatan Lakudo tahun ini. Sumber mata airnya dari Teluk Lasongko, dimana pipanya akan melewati pesisir menuju Desa Madongka, kemudian dibagi untuk dialirkan ke sekitaran Boneoge dan menuju Waara sampai Desa One Waara," bebernya.
Dari sumber mata air Teluk Lasongko menuju pantai, pipanya sudah terpasang dan mengalir dengan lancar setelah diuji coba dengan anggaran Rp 1,7 miliar dari APBD 2017. "Tinggal kita sambungkan lagi menyeberang ke Desa Madongka sengan jarak 23 KM dengan anggaran Rp 3,5 miliar di APBD 2018," terang Jufar.
Kalau pembagiaannya dari Madongka ke Boneoge atau menuju Desa Waara dan Desa One Waara, kemungkinan akan dianggarkan pada APBD Perubahan 2018. "Alhamdulillah dengan bantuan perpipaan dari provinsi berkat lobi pak bupati, kita juga sedikit terbantu untuk pembagi dari Madongka menuju Waara," tukasnya.
Untuk pengairannya sendiri, kata Jufar, bupati sudah menargetkan harus mengalir 2018 ini. "Kalau Desa Madongka sudah pasti 2018 ini, tapi untuk Desa Wara dan One Waara menunggu anggaran perubahan. Tetap kita upayakan juga tahun ini, tapi yang jelas program air bersih dari Teluk Lasongko menuju Desa Madongka dan dibagi ke Boneoge atau ke Desa waara dan One Waara tuntas 2019," jelasnya.(uzi)