Tak Lapor, Kades Kadacua Hentikan Proyek Pembangunan Jalan

PUBLIKSATU, BUTON UTARA - Kepala Desa Kadacua, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur), Sadar Basri menghentikan sementara pembangunan jalan di desanya. Pasalnya, proyek tersebut dikerja tanpa koordinasi dengan pihak desa dan warga pemilik lahan.
Bukan hanya itu, kegiatan tersebut juga tidak memiliki papan proyek, sehingga terindikasi proyek "siluman". Pihak desa dan warga setempat baru mengetahui ada pekerjaan jalan pada Minggu (2/9). Sementara pekerjaannya sudah dimulai hari Sabtu (1/9).
"Sudah dua hari mereka kerja, baru kemarin kita tahu. Masyarakatku komplain, karena tidak koordinasi dengan mereka selaku pemilik lahan. Termasuk aparat desa tidak diberi tahu," kata Sadar Basri ditemui di lokasi pembangunan jalan, Senin (3/8).
Ia menambahkan, sebenarnya masyarakatnya senang ada pembangunan jalan baru. Tetapi harus koordinasi dengan aparat desa dan pemilik lahan sebelum memulai pekerjaan. Sehingga masyarakat tidak merasa dirugikan.
Setiap Musrembang selalu disampaikan para pimpinan SKPD, agar sebelum memulai pekerjaan proyek di desa, sebaiknya harus melapor ke kepala desa atau aparat desa setempat.
"Tidak ada gunanya Musrembang setiap tahun, kalau ada proyek masuk di desa tidak koordinasi dengan kepala desa," tandasnya.
Sadar menduga, pembangunan jalan ini terindikasi proyek "siluman" karena tidak memiliki papan proyek. Harusnya, setiap proyek yang dikerjakan memiliki papan proyek, sehingga masyarakat dapat mengetahui sumber dan besaran anggarannya.
"Makanya untuk sementara harus dihentikan. Kita buat pertemuan dulu dengan kontraktor dan warga pemilik lahan," tegasnya.
Dijelaskan, jalan tersebut tidak pernah diusulkan dalam Musrembang desa. Tiba-tiba sudah dilakukan perintisan, tanpa koordinasi dengan aparat desa.
"Ini kan tidak benar. Kita datang di rumah orang itu harus beri salam, bukan main serobot saja," centilnya.
Menurutnya, keberadaan jalan ini nantinya akan mempermuda para pencuri pasir di Pantai Membuku. Sebab, sudah dibukakan jalan yang jau dari perumahan warga.
"Kami juga heran sudah ada jalan yang tembus BTN dan kantor DPRD. tiba-tiba ada lagi perintisan jalan baru, " tuntasnya.(ary)
Kades Kadacua, Sadar Basri sedang menunjuk lokasi pembangunan jalan di desanya. Diduga proyek tersebut "siluman" karena tidak memiliki papan proyek.