Rumah Pengawas Sekolah di Muna Barat Hangus Terbakar

PUBLIKSATU, MUNA BARAT - Senin (10/9), menjadi catatan pahit bagi Saluddin. Pria yang menjabat sebagai pengawas sekolah ini mengalami nasib naas. Rumah yang ditinggalinya, yang terletak di Kelurahan Wamelai, Kecamatan Lawa, Muna Barat (Mubar) ludes dilahap si jago merah.
Seluruh ruas rumah, mulai dapur hingga teras, habis terbakar. Tersisa puing-puing bangunan yang masih terlihat, itu pun sudah rusak total. Barang yang bisa diselematkan hanya 3 unit sepeda motor, 1 set kursi dan 1 buah kasur.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun wartawan media ini, api terlihat muncul dari arah belakang rumah. Kemudian menjalar bagian depan. Warga yang melihat pertama kobaran api hanya mampu teriak meminta tolong. Karena api langsung menyala besar dan melahap bahan bagunan.
"Saya tiba-tiba melihat api berkobar besar. Setelah itu saya meminta tolong kepada warga lain. Namun, api terlanjur dahsyat sehingga warga tidak bisa berbuat apa-apa," ungkap salah seorang warga saat ditemui di lokasi kejadian.
Sempat ada upaya dari beberapa orang dengan memaksa masuk dalam rumah untuk memadamkan api. Namun, pintu rumah susah dijebol, sehingga sulit untuk tembus di dalam.
"Ada juga orang-orang yang berupaya memadamkan api. Tetapi tidak bisa masuk ke dalam (rumah), karena pintu rumah terkunci. Makanya dibiarkan begitu saja api melahap bagunan rumah," tuturnya.
Tidak ada pertolongan apapun. Mobil pemadam kebakaran (Damkar) tidak ada yang sandar untuk memadamkan api. Makanya dengan leluasa api melahap isi rumah.
"Tidak ada mobil Damkar. Makanya api leluasa menyala. Ada juga yang telepon dibagian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tetapi di Mubar belum ada mobil Damkarnya," tandasnya.
Kapolsek Lawa melalui Kanit Reskrim, Iptu Ramsan menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar pukul 10.30 Wita. Rumah itu terbakar dalam keadaan kosong alias tidak ada pemiliknya.
"Rumah terbakar sekitar pukul 10.30 Wita. Pada saat terbakar, tidak ada satu orang pun dari pihak pemilik rumah. Pemilik rumah atas nama Saluddin masuk kantor," katanya.
Menurutnya, api berasal dari kompor yang lupa dimatikan oleh pemilik rumah. Diduga kompor itu meledak. "Pak Saluddin sendiri mengaku kalau dia lupa kasi mati kompor saat memanasi nasi. Makanya dugaan sementara, api bersumber dari situ," timpalnya.
Dijelaskan, sebelum masuk kantor, Saluddin terlebih dahulu memanaskan makanan. Tanpa melihat kondisi dapur dan kompor, ia langsung bergegas keluar rumah menuju kantor. Mengetahui rumahnya terbakar, si pengawas ini sementara rapat.
"Dia (Saluddin) masih rapat saat rumahnya terbakar. Mengetahui kediamannya sudah habis terbakar, ia pun sempat tidak sadarkan diri. Ditaksir kerugian mencapai ratusan juta rupiah," tukas Ramsan. (p5)