160 Mahasiswa Unidayan Baubau KKN di Mubar

PUBLIKSATU, MUNA BARAT - Sebanyak 160 mahasiswa dari Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Kota Babau, melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Muna Barat (Mubar). Para mahasiswa almamater kuning itu, tiba Kamis (13/9), sekitar pukul 14.30 Wita.
Rombongan mahasiswa dijemput langsung dengan kendaraan milik Dinas Perhubungan (Dishub) Mubar, di Pelabuhan Wamengkoli Kabupaten Buton Tengah. Tiba di Mubar, rombongan mahasiswa KKN dipimpin langsung Rektor Unidayan, Ir Sjamsul Qamar MT.
Di Mubar, para mahasiswa dikumpul di Kantor Kecamatan Wadaga. Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada, turut hadir dalam acara penjemputan para mahasiswa tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada merasa bersyukur atas peserta KKN, khususnya pihak kampus yang telah memilih Mubar, sebagai salah satu tempat pelaksanaan kegiatan KKN.
"Mubar ini selalu menjadi perhatian dari tri darma peguruan tinggi. Selama mekar dari Muna induk, kami sudah banyak menerima mahasiswa yang melaksanakan kegiatan KKN," ungkapnya.
Setiap perguruan tinggi yang melaksanakan KKN dilayani dengan baik. Apalagi saat ini Mubar tengah menggenjot percepatan pembangunan. "Saya harapkan, dengan ilmu yang dimiliki para mahasiswa selama di kampus dapat diterapkan dan memberikan kontribusi bagi daerah kami," ucapnya.
Mantan Kasatpol PP Sultra ini juga meminta para mahasiswa agar memahami kondisi masyarakat Mubar dengan segala kekurangannya. Selain itu, harus mampu beradaptasi dengan lingkungan yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan.
"Kedatangan mahasiswa peserta KKN sangat menguntungkan ekonomi daerah. Mereka akan berkontribusi terhadap pembangunan. Olehnya, saya minta kepada seluruh masyarakat agar memberikan pelayanan sebaik-baiknya," terangnya.
Dijelaskan, dari 160 peserta KKN akan disebar di 5 kecamatan yakni Kecamatan Wadaga, Lawa, Kusambi, Sawerigadi dan Barangka. Di 5 kecamatan itu, akan disebar di setiap desa masing-masing kecamatan.
"Ada camat dan pak desa yang akan perhatikan mereka. Jadi segala keperluan selama KKN, dikordinasikan dengan kepala desa, camat, maupun para SKPD lingkup Pemkab Mubar," tuturnya.
Sementara itu, Rektor Unidayan, Ir Sjamsul Qamar merasa bangga dengan penyambutan Pemkab Mubar. Seluruh pimpinan SKPD, camat, sampai pemerintah tingkat bawah menyambut baik program KKN dari Unidayan.
"Lokasi KKN dipusatkan di tiga kabupaten yakni, Buton, Buton Tengah, dan Muna Barat. Dari tiga kabupaten itu, Mubar yang paling banyak peserta KKN," sebutnya.
Para mahasiswa akan melaksanakan KKN selama 90 hari. KKN di Mubar merupakan perdana bagi Unidayan. "Kita harapkan bisa berlanjut. Dan ini akan menjadi tolak ukur ke depan," kata Rektor.
Selama di lokasi KKN, para mahasiswa akan melakukan pendampingan terhadap program desa dan masyarakat. Sebelum penempatan, pihaknya terlebih dahulu sudah melakukan survei lapangan.
"Saya sudah tekankan kepada seluruh peserta KKN agar menjalin kerja sama dengan seluruh pemerintah, mulai dari tingkat atas sampai tingkat bawah. Diserap semua program desa, mereka harus memahami fenomena-fenomena yang ada di lokasi untuk ditindaklanjuti," tandasnya. (p5)