Berita Terkini
Buteng

APBD-P Ditetapkan, Tugu Labungkari Mulai Dikerja

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 14 September 2018 07:23 WIB · 2 menit baca
APBD-P Ditetapkan, Tugu Labungkari Mulai Dikerja
Bupati Buteng H Samahuddin bersama Kadis Kominfo La Ota, Camat Gu Amir, dan Kades Marawine Irwan saat meninjau lokasi pembangunan tugu Labungkari

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Pemkab Buteng) siap membangun tugu di bundaran simpang lima jantung ibukota Labungkari 2018 ini. Simpang lima tersebut merupakan jalan menuju Mawasangka, Lakudo, Lombe, TMMD ke Lakapera, dan jalan persiapan pendakian ke perkantoran Labungkari.

Bupati Buteng H Samahuddin, didampingi Camat Gu Amir dan Kades Matawine Irwan meninjau langsung titik koordinat pembangunan tugu simpang lima tersebut, belum lama ini.

"Disinilah tugu Labungkari kita akan bangun sebagai simbol jantung ibukota Kabupaten Buteng. Dari titik tugu ini menghubungkan poros menuju Mawasangka, Lombe, Lakudo, jalan TMMD yang akan dibuat TNI, dan menuju perkantoran," ungkap bupati.

Dari titik bundaran tugu, kata dia, masing-masing poros-poros jalan tersebut akan dibuat lurus sepanjang 35 meter. Sehingga dipastikan akan mengenai lahan warga di sekitarnya. Seperti bagunan milik H Effendi yang disamping Mushola akan tergusur. Begitu pula kios bensin milik warga Drs Alisio akan terkena dampak pelebarannya dan keduanya sudah merelakannya demi pembangunan.

Sementara tebing menuju perkantoran Labungkari dan ke arah Lombe menjadi urusan Camat Gu untuk mensosialisasikannya kepada pemilik lahan. Untuk kebun jambu yang menuju ke poros Lakudo menjadi tanggungjawab Kades Matawine.

"Kalau semuanya sudah oke, setelah APBD Perubahan 2018 ditetapkan kita sudah mulai kerjakan. Kita targetkan Desember sudah tuntas," pungkas Samahuddin.

Warga Labungkari Alisio, yang kios bensinnya terkena dampak pelebaran pembangun tugu tersebut mengaku sudah merelakannya setelah beberapa kali berbincang dengan bupati sebelumnya. "Saya sangat mendukung diatas 100 persen pembangunan tugu Labungkari ini, sehingga kios saya yang terkena pelebaran jalannya saya ikhlaskan," tuturnya.

Hanya saja, ia meminta satu minggu sebelum pelaksanaan kegiatannya hendaknya diberitahukan supaya mengemasi barang-barang kiosnya. "Kami masyarakat ini insya Allah akan mengikhlaskan kalau untuk pembangunan dan kemajuan daerah," tukasnya.

Camat Gu Amir mengaku siap mensosialisasikan pembangunan tugu Labungkari dan berdampak pada lahan warganya. "Kita akan cari warga yang lahannya terkena dampak pelebaran jalannya. Kebetulan sebagian ada lahan bibi saya, kalau kena 50 meter kita bisa ikhlaskan," katanya.

Pengakuan yang sama dilontarkan pula Kades Matawine Irwan. Ia akan meminta warganya yang lahannya terkena dampak pelebaran jalan pembangunan tugu Labungkari untuk membuang ego dan kepentingan pribadi, demi mendukung pembangunan dan kepentingan umum.

"Saya kira kita tidak akan masalah, kalau sebelumnya kita komunikasikan dengan baik, supaya tidak ada masalah kedepannya. Pulang dari peninjauan lokasi ini saya akan sosialisasikan kepada masyarakat yang betul-betul pemilik lahannya," tutup Irwan.(uzi)